Nfn Suryatman
Datos Biográficos
| ID | 3585052 |
|---|---|
| NOMBRE | Nfn Suryatman |
| NOMBRES | Nfn |
| APELLIDO | Suryatman |
| FIRMA | SURYATMAN N |
| AFILIACIONES | Balai Arkeologi Sulawesi Selatan |
| VERIFICADO | No |
| TOTAL DE OBRAS | 16 |
| TOTAL DE CITAS | 25 |
| TOTAL COMO AUTOR | 16 |
| TOTAL COMO EDITOR | 0 |
| PRIMER AÑO DE PUBLICACIÓN | 2019 |
| AÑO MÁS RECIENTE DE PUBLICACIÓN | 2025 |
| ÍNDICE H | 3 |
Microscopic Use-wear Analysis of Toalian Stone Tools
South Sulawesi is one area in the Wallacea region that contains many findings of diagnostic stone tools created by ancient hunter-gatherers. Researchers use the term Toalian techno-complex as a label for an archaeological culture. Researchers have conducted various studies to understand this culture. However, until now, research has mostly focused on morphological and technological aspects, while studies on the function of stone tools through mic…
Early evidence of Austronesian occupation in the Maros-Pangkep karsts of South Sulawesi, Indonesia
The barkcloth beater of Sulawesi and its changes over time
The tradition of beating bark to produce cloth probably emerged in South China before spreading to Island Southeast Asia with the Austronesian cultural expansion (5000-3500 BP). Type IV barkcloth beaters found on the island of Sulawesi mark a technological leap from mainland examples and the discovery of 16 such beaters at Buttu Batu pushes the local adoption of this type back to c. 2111-1933 BP. Combining archaeological examples with extensive e…
A concise Indonesian/English guide to common terms used in excavation and archaeological research | Panduan singkat bahasa Indonesia/Inggris untuk frasa umum yang digunakan dalam ekskavasi dan penelit…
International collaboration has played an important role in archaeological research in Indonesia for well over a century. This article provides a basic list of translations for the most common archaeological terms in the two languages that are currently most frequently used for research, publications, and fieldwork relating to Indonesian research: English and Indonesian. Kolaborasi internasional telah memainkan peran penting dalam penelitian arke…
Middle holocene burial and cultural dynamics at the liang sumpang Karoro 1 site, Maros, Indonesia
Strategi adaptasi teknologi artefak litik Toalean di Situs Leang Jarie dan Cappalombo 1, Sulawesi Selatan
Penelitian artefak litik Toalean yang semakin intensif masih belum banyak melakukan perbandingan teknologi pembuatan alat batu. Studi perbandingan perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya perbedaan strategi adaptasi teknologi berdasarkan aspek lingkungan. Tulisan ini membahas studi perbandingan artefak litik Toalean dari situs Leang Jarie yang ada di dataran rendah Maros-Pangkep dan situs Cappalombo 1 di dataran tinggi Bontocani. Metod…
Making impact
Stone‐flaking technology at Leang Bulu Bettue, South Sulawesi, Indonesia
Approximately 50000 stone artefacts have been recovered from the prehistoric site of Leang Bulu Bettue (LBB), on the Wallacean island of Sulawesi, in Indonesia. This large assemblage offers the opportunity to produce a large‐scale, comprehensive model of the early lithic technologies of South Sulawesi. Through the analysis of half of this assemblage, this study identifies a technological shift between the artefacts produced ca.50–40 thousand year…
The effect of edge serration on the performance of stone-tip projectiles
Serrated stone points have been documented in a variety of archaeological settings worldwide. In Indonesia, serrated points known as Maros point began to appear during the mid-Holocene as part of the Toalean techno-complex in southern South Sulawesi. Researchers have speculated functional and cultural reason behind the emergence of these distinctive artefact as projectile points, an assumption that has yet to be verified by archaeological data. I…
Flaking stone activity in the tradition of iron smelting from the 8th to 17th centuries AD in the Matano region, South Sulawesi, Indonesia
Pulau Ampat site
Perkembangan Teknologi Artefak Serpih Batu Pada Paruh Awal Holosen di Leang Batti, Sulawesi Selatan
Penelitian yang intensif di gua-gua prasejarah Sulawesi Selatan telah menunjukkan kemampuan kognitif penghuni Sulawesi yang mungkin jarang dimiliki populasi lain di Wallacea. Pada paruh awal Holosen kemampuan yang diperlihatkan adalah memodifikasi alat serpih yang dikenal dengan tekno-kompleks Toalean. Namun demikian, gambaran perkembangan teknologi artefak batu pada masa antara sebelum hingga awal perkembangan tekno-kompleks Toalean masih jarang…
Scratching the Surface
Patterned and plain baked clay from pre-pottery contexts in Southeast Sulawesi, Indonesia
Excavation Report for the Bomboro Site
Wilayah karst Maros-Pangkep berisi banyak situs arkeologi Holosen dan Late-Pleistocene, banyak di antaranya berisi kumpulan artefak yang didominasi oleh artefak rijang. Namun dimikian, belum ada sumber untuk bahan baku yang telah diidentifikasi. Sementara batuan dasar kapur yang melimpah kadang-kadang berisi kantong dan lapisan nodul rijang, singkapan ini menunjukkan sedikit bukti untuk eksploitasi atau tambangan prasejarah, dan kecil kemungkinan…
Artefak Litik Di Kawasan Prasejarah Batu Ejayya
Batu Ejayya adalah salah satu kawasan prasejarah hunian Toalian di pesisir selatan Sulawesi. Kawasan ini mulai dihuni pada masa pertengahan hingga akhir holosen. Kawasan tersebut berada di wilayah formasi batuan Vulkanik, dimana ketersediaan sumber bahan Chert untuk peralatan sulit ditemukan. Permasalahan penelitiannya adalah bagaimana perilaku penghuni Toalian membuat peralatan litik dengan keterbatasan bahan material berkualitas baik di sekitar…
Scratching the Surface
The effect of edge serration on the performance of stone-tip projectiles
Serrated stone points have been documented in a variety of archaeological settings worldwide. In Indonesia, serrated points known as Maros point began to appear during the mid-Holocene as part of the Toalean techno-complex in southern South Sulawesi. Researchers have speculated functional and cultural reason behind the emergence of these distinctive artefact as projectile points, an assumption that has yet to be verified by archaeological data. I…
Artefak Litik Di Kawasan Prasejarah Batu Ejayya
Batu Ejayya adalah salah satu kawasan prasejarah hunian Toalian di pesisir selatan Sulawesi. Kawasan ini mulai dihuni pada masa pertengahan hingga akhir holosen. Kawasan tersebut berada di wilayah formasi batuan Vulkanik, dimana ketersediaan sumber bahan Chert untuk peralatan sulit ditemukan. Permasalahan penelitiannya adalah bagaimana perilaku penghuni Toalian membuat peralatan litik dengan keterbatasan bahan material berkualitas baik di sekitar…
Stone‐flaking technology at Leang Bulu Bettue, South Sulawesi, Indonesia
Approximately 50000 stone artefacts have been recovered from the prehistoric site of Leang Bulu Bettue (LBB), on the Wallacean island of Sulawesi, in Indonesia. This large assemblage offers the opportunity to produce a large‐scale, comprehensive model of the early lithic technologies of South Sulawesi. Through the analysis of half of this assemblage, this study identifies a technological shift between the artefacts produced ca.50–40 thousand year…
Pulau Ampat site
Making impact
Excavation Report for the Bomboro Site
Wilayah karst Maros-Pangkep berisi banyak situs arkeologi Holosen dan Late-Pleistocene, banyak di antaranya berisi kumpulan artefak yang didominasi oleh artefak rijang. Namun dimikian, belum ada sumber untuk bahan baku yang telah diidentifikasi. Sementara batuan dasar kapur yang melimpah kadang-kadang berisi kantong dan lapisan nodul rijang, singkapan ini menunjukkan sedikit bukti untuk eksploitasi atau tambangan prasejarah, dan kecil kemungkinan…
Flaking stone activity in the tradition of iron smelting from the 8th to 17th centuries AD in the Matano region, South Sulawesi, Indonesia
Perkembangan Teknologi Artefak Serpih Batu Pada Paruh Awal Holosen di Leang Batti, Sulawesi Selatan
Penelitian yang intensif di gua-gua prasejarah Sulawesi Selatan telah menunjukkan kemampuan kognitif penghuni Sulawesi yang mungkin jarang dimiliki populasi lain di Wallacea. Pada paruh awal Holosen kemampuan yang diperlihatkan adalah memodifikasi alat serpih yang dikenal dengan tekno-kompleks Toalean. Namun demikian, gambaran perkembangan teknologi artefak batu pada masa antara sebelum hingga awal perkembangan tekno-kompleks Toalean masih jarang…
Patterned and plain baked clay from pre-pottery contexts in Southeast Sulawesi, Indonesia
Perkembangan Teknologi Artefak Serpih Batu Pada Paruh Awal Holosen di Leang Batti, Sulawesi Selatan
Penelitian yang intensif di gua-gua prasejarah Sulawesi Selatan telah menunjukkan kemampuan kognitif penghuni Sulawesi yang mungkin jarang dimiliki populasi lain di Wallacea. Pada paruh awal Holosen kemampuan yang diperlihatkan adalah memodifikasi alat serpih yang dikenal dengan tekno-kompleks Toalean. Namun demikian, gambaran perkembangan teknologi artefak batu pada masa antara sebelum hingga awal perkembangan tekno-kompleks Toalean masih jarang…
Scratching the Surface
Flaking stone activity in the tradition of iron smelting from the 8th to 17th centuries AD in the Matano region, South Sulawesi, Indonesia
Pulau Ampat site
Strategi adaptasi teknologi artefak litik Toalean di Situs Leang Jarie dan Cappalombo 1, Sulawesi Selatan
Penelitian artefak litik Toalean yang semakin intensif masih belum banyak melakukan perbandingan teknologi pembuatan alat batu. Studi perbandingan perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya perbedaan strategi adaptasi teknologi berdasarkan aspek lingkungan. Tulisan ini membahas studi perbandingan artefak litik Toalean dari situs Leang Jarie yang ada di dataran rendah Maros-Pangkep dan situs Cappalombo 1 di dataran tinggi Bontocani. Metod…
Making impact
Stone‐flaking technology at Leang Bulu Bettue, South Sulawesi, Indonesia
Approximately 50000 stone artefacts have been recovered from the prehistoric site of Leang Bulu Bettue (LBB), on the Wallacean island of Sulawesi, in Indonesia. This large assemblage offers the opportunity to produce a large‐scale, comprehensive model of the early lithic technologies of South Sulawesi. Through the analysis of half of this assemblage, this study identifies a technological shift between the artefacts produced ca.50–40 thousand year…
The effect of edge serration on the performance of stone-tip projectiles
Serrated stone points have been documented in a variety of archaeological settings worldwide. In Indonesia, serrated points known as Maros point began to appear during the mid-Holocene as part of the Toalean techno-complex in southern South Sulawesi. Researchers have speculated functional and cultural reason behind the emergence of these distinctive artefact as projectile points, an assumption that has yet to be verified by archaeological data. I…
A concise Indonesian/English guide to common terms used in excavation and archaeological research | Panduan singkat bahasa Indonesia/Inggris untuk frasa umum yang digunakan dalam ekskavasi dan penelit…
International collaboration has played an important role in archaeological research in Indonesia for well over a century. This article provides a basic list of translations for the most common archaeological terms in the two languages that are currently most frequently used for research, publications, and fieldwork relating to Indonesian research: English and Indonesian. Kolaborasi internasional telah memainkan peran penting dalam penelitian arke…
Middle holocene burial and cultural dynamics at the liang sumpang Karoro 1 site, Maros, Indonesia
Excavation Report for the Bomboro Site
Wilayah karst Maros-Pangkep berisi banyak situs arkeologi Holosen dan Late-Pleistocene, banyak di antaranya berisi kumpulan artefak yang didominasi oleh artefak rijang. Namun dimikian, belum ada sumber untuk bahan baku yang telah diidentifikasi. Sementara batuan dasar kapur yang melimpah kadang-kadang berisi kantong dan lapisan nodul rijang, singkapan ini menunjukkan sedikit bukti untuk eksploitasi atau tambangan prasejarah, dan kecil kemungkinan…
Artefak Litik Di Kawasan Prasejarah Batu Ejayya
Batu Ejayya adalah salah satu kawasan prasejarah hunian Toalian di pesisir selatan Sulawesi. Kawasan ini mulai dihuni pada masa pertengahan hingga akhir holosen. Kawasan tersebut berada di wilayah formasi batuan Vulkanik, dimana ketersediaan sumber bahan Chert untuk peralatan sulit ditemukan. Permasalahan penelitiannya adalah bagaimana perilaku penghuni Toalian membuat peralatan litik dengan keterbatasan bahan material berkualitas baik di sekitar…
Microscopic Use-wear Analysis of Toalian Stone Tools
South Sulawesi is one area in the Wallacea region that contains many findings of diagnostic stone tools created by ancient hunter-gatherers. Researchers use the term Toalian techno-complex as a label for an archaeological culture. Researchers have conducted various studies to understand this culture. However, until now, research has mostly focused on morphological and technological aspects, while studies on the function of stone tools through mic…
Early evidence of Austronesian occupation in the Maros-Pangkep karsts of South Sulawesi, Indonesia
The barkcloth beater of Sulawesi and its changes over time
The tradition of beating bark to produce cloth probably emerged in South China before spreading to Island Southeast Asia with the Austronesian cultural expansion (5000-3500 BP). Type IV barkcloth beaters found on the island of Sulawesi mark a technological leap from mainland examples and the discovery of 16 such beaters at Buttu Batu pushes the local adoption of this type back to c. 2111-1933 BP. Combining archaeological examples with extensive e…
Pacific and Southeast Asian Studies (14 obras) · Geography (10 obras) · Pleistocene-Era Hominins and Archaeology (10 obras) · Archaeology (9 obras) · Geology (7 obras) · Geological and Geophysical Studies (5 obras) · History (5 obras) · Archaeology and ancient environmental studies (4 obras) · Art (4 obras) · Humanities (4 obras)