Pradasta Asyari
Biographic Data
| ID | 9628570 |
|---|---|
| NAME | Pradasta Asyari |
| GIVEN NAMES | Pradasta |
| FAMILY NAME | Asyari |
| SIGNATURE | ASYARI P |
| AFFILIATIONS | Padjadjaran University |
| VERIFIED | No |
| TOTAL WORKS | 2 |
| TOTAL CITATIONS | 0 |
| WORKS AS AUTHOR | 2 |
| WORKS AS EDITOR | 0 |
| FIRST PUBLICATION YEAR | 2023 |
| LATEST PUBLICATION YEAR | 2025 |
| H-INDEX | 0 |
Challenging the Truth of the Text
Every artwork is viewed as a network of interconnected meaning, forming a dynamic structure akin to a spider's web. This view is reflected in Dance Drama and Sundanese Kawih, both of which adapt the Jaya Perkosa episode from the Babad Sumedang script. To analyze this relationship, the intertextuality approach is employed to trace the interlocking texts and meanings. On the other hand, the critical discourse approach is used to dissect how both vo…
Komodifikasi Tari Badaya Dalam Upacara Adat Mapag Panganten Sunda
ABSTRAKBadaya merupakan sebuah jabatan di dalam pertunjukan Wayang yang merujuk kepada emban geulis yang bertugas untuk mempersipkan segala kebutuhan Keraton sekaligus menari di hadapan Raja dan petinggi Keraton. Di awal perkembangannya, tari Badaya ini digunakan sebagai tari bubuka dalam pertunjukan Wayang Wong, yang kini telah beralih fungsi menjadi sebuah tari komoditi yang digunakan sebagai materi pokok dalam rangkaian Upacara Adat Mapag Pang…
No prominent works on this page.
Komodifikasi Tari Badaya Dalam Upacara Adat Mapag Panganten Sunda
ABSTRAKBadaya merupakan sebuah jabatan di dalam pertunjukan Wayang yang merujuk kepada emban geulis yang bertugas untuk mempersipkan segala kebutuhan Keraton sekaligus menari di hadapan Raja dan petinggi Keraton. Di awal perkembangannya, tari Badaya ini digunakan sebagai tari bubuka dalam pertunjukan Wayang Wong, yang kini telah beralih fungsi menjadi sebuah tari komoditi yang digunakan sebagai materi pokok dalam rangkaian Upacara Adat Mapag Pang…
Challenging the Truth of the Text
Every artwork is viewed as a network of interconnected meaning, forming a dynamic structure akin to a spider's web. This view is reflected in Dance Drama and Sundanese Kawih, both of which adapt the Jaya Perkosa episode from the Babad Sumedang script. To analyze this relationship, the intertextuality approach is employed to trace the interlocking texts and meanings. On the other hand, the critical discourse approach is used to dissect how both vo…
Agriculture and Agroindustry Studies (1 work) · Art (1 work) · Asian Studies and History (1 work) · Criticism (1 work) · Cultural and Artistic Studies (1 work) · Dance (1 work) · Drama (1 work) · Intertextuality (1 work) · Negotiation (1 work) · Scripting language (1 work)