Simbol Dan Makna Tari Perang Centong Dalam Tradisi Ngasa Kampung Budaya Jalawastu Sebagai Pelestarian Budaya
Dados Bibliográficos
| ID | 21573675 |
|---|---|
| Autores | Turyati Turyati (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung), Viola Vianda Sari (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung), Septiana Yustika Widyaningrum (Telkom University) |
| Ano | 2026 |
| Volume | 36 |
| Fascículo | 1 |
| Páginas | 166-182 |
| Data de publicação | 2026-03-01 |
| Open Access | Sim |
| Tipo | ARTICLE |
| Periódico | Panggung (JOURNAL) |
| Identificadores do periódico | ISSN: 0854-3429 • E-ISSN: 2502-3640 |
| Editora | Institut Seni Budaya Indonesia Bandung (PUBLISHER • ID) |
| DOI | 10.26742/panggung.v36i1.4308 |
| OpenAlex | W7133550273 |
| Idioma | EN |
Penelitian ini bertujuan untuk, memahami dan menganalisis serta mengungkapkan simbol-simbol yang ada pada pertunjukan Pari Perang Centong dalam tradisi ngasa Kampung Adat Jalawastu Brebes. Tari Perang Centong yang menjadi rangkaian pada persembahan pada tradisi Ngasa ini merupakan representasi cerita rakyat masyarakat Kampung Adat Jalawastu di mana terjadi konflik antara dua saudara yang bertentangan untuk menerima masuknya agama Islam ke wilayah Kampung Adat Jalawastu Brebes. Diceritakan tokoh Gandasari menolak masuknya Islam, sementara Gandawangi, saudaranya, menerima ajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui obervasi pada pertunjukan Tari Perang Centong secara langsung dan melakukan wawancara mendalam dengan informan yang berperan sebagai Ketua Adat Kampung, Kepala Desa, Kepala Dusun, penari dan masyarakat Kampung Adat Jalawastu Brebes. Data didapatkan dari teknik pendokumentasian, baik berupa video maupun foto pertunjukan. Teori dalam penelitian tentang simbol dan makna Tari Perang Centong, dalam tradisi ngasa Kampung Adat Jalawastu sebagai pelestarian budaya menggunakan teori semiotika Denotatif dan Konotatif dari Roland Barthes. Hasil penelitian menemukan bahwa pertunjukan Tari Perang Centong dalam tradisi ngasa memiliki simbol-simbol yang mempunyai makna melalui elemen-elemen yang ada dalam tari tersebut seperti, gerak, musik, kostum, tempat pertunjukan, dan properti yang mendukung pertunjukan tari tersebut. Kata Kunci: Tari Perang Centong ; Simbol, Makna Denotatif-Konotatif, Nilai Budaya
Cultural identity · Making-of · Citizenship Education and Democracy · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia
| Altamente citado | Não |
|---|