Melawan Mahkluk Tidak Kasat Mata
Periode Awal Penyembuhan Penyakit Tuberkulosis Di Jawa Tahun 1900-1930
Dados Bibliográficos
| ID | 22160054 |
|---|---|
| Autores | Fernanda Prasky Hartono, Fachri Zulfikar (Universitas Jember), Nurul Umamah (0000-0002-3589-5014, Universitas Jember), Anis Syatul Hilmiah (Universitas Jember), Pasang Budy All Shodiq (0000-0003-4289-9790, Universitas Jember) |
| Ano | 2025 |
| Volume | 11 |
| Fascículo | 2 |
| Data de publicação | 2025-11-01 |
| Open Access | Sim |
| Tipo | ARTICLE |
| Periódico | Candrasangkala Jurnal Pendidikan dan Sejarah (JOURNAL) |
| Identificadores do periódico | ISSN: 2477-2771 • E-ISSN: 2477-8214 |
| Editora | Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (ASCEE) (PUBLISHER) |
| DOI | 10.30870/candrasangkala.v11i2.35322 |
| OpenAlex | W7155386074 |
| Idioma | EN |
Kondisi kesehatan di Jawa pada awal abad ke-20 memasuki era baru di mana pengetahuan dan pelayanan medis kolonial perlahan berkembang. Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian tidak hanya di Jawa, namun juga dunia adalah penyebaran penyakit Tuberkulosis. Penyakit ini adalah salah satu penyumbang angka kematian tertinggi di Jawa dan beberapa wilayah Hindia-Belanda. Periode awal setelah penemuan bakteri penyebab penyakit ini tidak banyak tindakan yang bisa dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat Bumiputra. Belum ada yang membahas khusus tentang penanganan Tuberkulosis di Jawa pada dekade awal abad 20. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana penyembuhan Tuberkulosis yang dilakukan di Jawa. Metode yang digunakan adalah metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan yang dilakukan oleh orang Eropa berbeda dengan Bumiputra yang memanfaatkan pengetahuan dan praktisi kesehatan lokal. Pengobatan dan pencegahan penyebaran penyakit Tuberkulose erat kaitannya dengan faktor intern tubuh manusia dan faktor ekstern yaitu lingkungan, pendidikan, dan permasalahan sosial lainnya
Disease · Population · Architectural and Urban Studies · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Epidemiology
| Altamente citado | Não |
|---|