Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Hukum Memanfaatkan Harta Hasil Maksiat Berdasarkan Kajian Fiqh Maqȃshid Yûsuf Al-Qaradhȃwi

Bibliographic Data

ID12966549
AuthorsBusyro Busyro (0000-0001-7204-7666, corresponding author)
Year2018
Volume13
Issue2
Pages231-253
Publication date2018-12-31
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueAL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata Sosial (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1907-591X • E-ISSN: 2442-3084
PublisherState College of Islamic Studies Pamekasan (STAIN Pamekasan) (PUBLISHER • ID)
DOI10.19105/al-lhkam.v13i2.1670
OpenAlexW3149008909
LanguageEN
References cited9

AbstrakHarta merupakan kebutuhan setiap orang yang di dalam Islam mesti didapatkan sesuai dengan aturan-aturan yang benar. Menurut Yûsuf al-Qaradhâwî apabila seseorang sudah terlanjur mendapatkan harta dengan cara maksiat, maka yang bersangkutan tidak boleh memanfaatkan harta itu untuk dirinya, sebaliknya harta itu boleh dipergunakan untuk kepentingan umum. Pemikiran hukum ini beranjak dari adanya pertentangan antara konsep larangan memanfaatkan harta haram secara dharûriyah dan konsep larangan menyia-nyiakan harta yang juga berada dalam tingkat dharûriyah. Dengan pendekatan fiqh maqâshid al-Qaradhâwî menyimpulkan bahwa pertentangan antara dua dharûriyah yang berhubungan dengan pemanfaatan harta harus diprioritaskan kepada mafsadah yang lebih kecil dan maslahah yang lebih besar. Sehingga dengan demikian harta hasil maksiat tidak boleh dimanfaatkan oleh si pelaku maksiat karena menimbulkan mafsadah yang lebih besar pada dirinya dan tidak ada celah maslahah yang didapatkannya. Sebaliknya harta itu boleh dimanfaatkan untuk kepentingan umum, karena terhindar dari mafsadah dan menghasilkan maslahah. Kata Kunci: Harta, maslahah, mafsadah, dharûriyah, fiqh maqâshid Abstract Wealth is the need of everyone. In Islam, wealth must be obtained in accordance with the right rules. According to Yûsuf al-Qaradhâwî, if a person has already acquired property by means of immoral, then the concerned must not use the property for himself, otherwise the property may be used for public purposes. This legal thinking moved from the contradiction between the concept of prohibition of harnessing haram possessions by dharuriyah and the concept of prohibition of wasting the wealth which also are in the level of dharuriyah. Using fiqh approach maqashid al-Qaradhâwî concluded that the contradiction between two dharuriyah thinks associated with the use of property should be prioritized to smaller mafsadah and bigger maslahah. Thus the treasure of immoral results should not be exploited by the perpetrators of immoral because it leads to a bigger mafsadah on him and no gap maslahah he got. Instead the treasure may be utilized for the public interest, because avoid mafsadah and produce maslahah. Key word: Wealth, maslahah, mafsadah, dharuriyah, fiqh maqashid

Humanities · Physics · Islamic Finance and Banking Studies · Islamic Finance and Communication · Legal Studies and Policies · Philosophy

  • Menyoal Hukum Nikah Misya r dalam Potensinya Mewujudkan Maqasid al-Asliyyah dan al-Tab'iyyah dalam Perkawinan Umat Islam

    Open Access•Busyro Busyro•Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum…•2017

  • Pergeseran Paradigma Maqasid Al-Syari'ah

    Open Access•Muhammad Lutfi Hakim•Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum…•2017

  • Metodologi Ijtihad Fikih Kontemporer (Telaah atas Pemikiran Yusuf Al-Qaradawi)

    Open Access•Maulidi Maulidi, Maulidi•Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum…•1970

  • Hak Milik atas Tanah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Pertanahan Indonesia

    Open Access•Ridwan Ridwan•Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum…•2013

  • Maqasid al-Syari'ah sebagai Sumber Hukum Islam

    Open Access•Abbas Irfan•Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum…•2013

  • Karakteristik Pemikiran Hukum Islam

    Open Access•Muhammad Zuhdi, Muhammad Harfin Zuhdi•AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah•2014

  • Bom bunuh diri dalam fatwa kontemporer Yusuf al-Qaradawi dan relevansinya dengan maqa>s}id al-Shari>’ah

    Open Access•Busyro Busyro•IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam…•2016

  • Dekonstruksi paradigmatik pengembangan zakat

    Open Access•Jamal Abdul Aziz•IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam…•2018

  • Dari ‘illah ke maqasid

    Open Access•Abad Badruzaman•IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam…•2014

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae