The Application of Shari’a in Egypt According to Al-‘Ashmawi
Bibliographic Data
| ID | 12966608 |
|---|---|
| Authors | Moh Jazuli (Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, corresponding author) |
| Year | 2014 |
| Volume | 8 |
| Issue | 2 |
| Pages | 394-406 |
| Publication date | 2014-10-14 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | AL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata Sosial (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 1907-591X • E-ISSN: 2442-3084 |
| Publisher | State College of Islamic Studies Pamekasan (STAIN Pamekasan) (PUBLISHER • ID) |
| DOI | 10.19105/al-lhkam.v8i2.355 |
| OpenAlex | W2618868323 |
| Language | EN |
| References cited | 5 |
Kemunculan gerakan Islamis yang dahsyat di Mesir telahmenarik perhatian para ilmuwan, sebagai usaha untukmengontrolnya pada level politik dan kebijakan. Sedikitperhatian diberikan oleh orang-orang yang merespontantangan ini pada level perdebatan ideologis. Salah seorangdi antaranya adalah seorang hakim terkenal, MuhammadSa’id al-‘Ashmawi. Ia beralasan bahwa penyebutan“penerapan syarî’ah” (tatbîq al-syarî’ah) atau kodifikasisyarî’ah (taqnîn al-syarî’ah), semboyan dari gerakan Islamis,sesungguhnya tidak lebih dari sekedar slogan kosong, yangdimaksudkan untuk mendapatkan dukungan rakyatmenuju sebuah usaha politik tetapi tidak jelas sama sekalidan secara substansial mungkin tidak signifikan. al-‘Ashmawi menjelaskan bahwa pada awalnya istilah syarî’ahmencakup semua aturan yang berkenaan dengan ibadahdan masyarakat yang ada di dalam al-Qur’an, al-Sunnah.Tetapi dalam perkembangannya selanjutnya, istilah itumelebar sehingga mencakup ijtihâd para ulamâ. Padahalyang terakhir ini lebih tepat disebut sebagai fiqh. yakniserangkaian aturan dan hukum yang difikirkan danditetapkan oleh manusia, bukan oleh Allah, untukmempertemukan kondisi historis masa lalu yang tidak lagiberlaku. Di dalam membahas ribâ, al-‘Ashmawisesungguhnya sudah menyimpulkan bahwa baik hukumMesir yang sedang berlaku saat ini maupun hukum-hukummesir lainnnya sesuai dengan syarî’ah. Hal yang sama jugaberlaku bagi hukum Mesir lainnya
Humanities · Political science · Islamic Finance and Communication · Islamic Studies and Radicalism · Philosophy · Qur’anic Interpretation Studies
| Citation velocity | historical |
|---|---|
| Highly cited | No |