Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Manakar Kafâ`ah Dalam Praktik Perkawinan Kyai Di Madura

Bibliographic Data

ID12966691
AuthorsSyukron Mahbub Syukron Mahbub (Universitas Muhammadiyah Malang, corresponding author)
Year2013
Volume6
Issue2
Pages228-255
Publication date2013-08-31
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueAL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata Sosial (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1907-591X • E-ISSN: 2442-3084
PublisherState College of Islamic Studies Pamekasan (STAIN Pamekasan) (PUBLISHER • ID)
DOI10.19105/al-lhkam.v6i2.311
OpenAlexW2613570892
LanguageID
Citations received2

Abstrak: Kajian ini difokuskan pada persoalan, secara garis besar, bagaimana pandangan kyai tentang kafâ`ah dan praktiknya dalam perkawinan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena subjek yang diteliti memerlukan pengamatan secara utuh dan menyeluruh tentang kondisi yang sebenarnya. Data dalam kajian ini diperoleh melalui observasi partisipan, dan wawancara mendalam. Kajian ini menghasilkan temuan bahwa kyai melakukan perkawinan antar keluarga dekat dan kerabat yang berasal dari keluarga kyai juga. Mereka menghindari terjadinya perkawinan dengan kerabat lain yang berasal dari keluarga non kyai. Dalam kaitannya dengan sikap perkawinan kyai ini, ditemukan dua tipe kyai yang berbeda yaitu: Pertama, tipe kyai fanatik keturunan; kedua, tipe kyai fleksibel dalam memberikan keputusan. Kyai fanatik keturunan menjadikan faktor keturunan sebagai alasan pertama dan utama dalam memilih pendamping hidup bagi anak-anaknya. dalam mengambil langkah tindakannya kyai fanatik keturunan ini setidaknya dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, adanya wasiat nenek moyang yang diikuti oleh generasi berikutnya. Kedua, adanya usaha untuk menjaga kemurnian keturunan. Sedangkan kyai fleksibel tidak begitu fanatik terhadap keturunan dalam mengambil keputusan. Dalam masalah kafâ’ah, selain faktor keturunan, mereka juga mempertimbangkan faktor yang lain, seperti faktor kekayaan, nilai agama yang kuat serta kecakapan ilmu pengetahuan. Abstract: This study was designed to examine the view of kyai toward kafâ`ah and its practice in marriage. Qualitative approach has been used to collect intact and whole data from the subject by using the instruments of participatory observation and in-depth interview. It was found that kyai performs a marriage with the close family members and among relatives. They avoid a marriage with a family of different lineage particularly non-kyai family. From the perspective of this marriage attitude, it could be catagorized two types of kyai. Firstly, is a kyai which is offspring fanatic, and secondly, a kyai which is flexible in giving decision. The former is influenced by two factors---firstly, ancestor will and second, the attempts to keep the family chasity. The later is not adhering strictly to the family genuinity. Kafâ`ah also takes a consideration on other factors such as opulence, the firm religious values, and knowledge proficiency. Kata-kata Kunci: Kyai, kafâ`ah, Madura, dan perkawinan

Art · Humanities · Educational Methods and Impacts · Islamic Finance and Communication · Marriage and Family Dynamics · Psychology

  • Economic Ability as a Kafā'ah Principle and the Recognition of Difabel Marriage Guardian in As-Silāḥ fī Bayāni An-Nikāḥ by Khalil Al-Bangkalany

    Open Access•Lailatul Zuhriyah, Nailal Muna•Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga…•2023

  • Endogamous Marriage of Prophet's Descendants on the Perspective of Sociology of Islamic Law

    Open Access•Fauzan Fauzan, Abdul Qodir Zaelani et al.•AL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata…•2023

Citations per year0.67
Citation span2023 - 2023 (1)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae