Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Akseptabilitas Regulasi Kriminalisasi Pelaku Kawin Sirri Menurut Pemuka Masyarakat Madura

Bibliographic Data

ID12966847
AuthorsSiti Musawwamah (Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, corresponding author)
Year2014
Volume8
Issue2
Pages245-278
Publication date2014-10-14
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueAL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata Sosial (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1907-591X • E-ISSN: 2442-3084
PublisherState College of Islamic Studies Pamekasan (STAIN Pamekasan) (PUBLISHER • ID)
DOI10.19105/al-lhkam.v8i2.350
OpenAlexW2622497024
LanguageEN
Citations received3
References cited3

Regulasi tentang perkawinan sirri dalam RUU HMPAdirespon dan bahkan diperdebatkan sangat serius olehberagam kalangan, termasuk para pemuka masyarakat diMadura. Regulasi yang diperdebatkan itu adalahkriminalisasi bagi pelaku perkawinan sirri danakseptabilitasnya dalam konteks kehidupan sosial dankeagamaan. Sebagian kelompok di antaranya mendukungdan sebagian lainnya menolak. Dukungan maupunpenolakan itu sampai pada derajat kontroversial, karenamasing-masing di antara dua kelompok itu saling bersikukuhpada pembenaran atas argumentasi dan dalil-dalil yangdikemukakannya. Para pendukung menanggapinya secarapositif sebagai kemajuan progresif dalam praksispembangunan hukum sesuai dengan dinamikaperkembangan masyarakat. Bagi mereka ekses dariperkawinan sirri sangat merugikan bagi pihak isteri secarahukum maupun sosial, demikian juga bagi anak keturunanmereka. Sebaliknya bagi kelompok penentang meresponsebagai suatu aturan yang mengada-ada, melampaui aturanhukum yang memayungi, bahkan mereduksi norma hukumperkawinan yang mereka pahami telah diatur secarakomprehensif dalam hukum agama. Meskipun demikiansebagian besar pemuka masyarakat Madura setujuperkawinan sirri diregulasikan dalam undang-undang tanpamengurangi esensi keabsahannya menurut ketentuan ajarandan hukum Islam. Oleh karena itu, adanya pembaruanregulasi yang akan mengriminalkan pelakunya baik berupapidana denda maupun kurungan perlu diapresiasi sebagai“sebuah ikhtiar” mengurangi praktik perkawinan sirri dimasyarakat

Humanities · Political science · Gender and Women's Rights · Islamic Finance and Communication · Marriage and Family Dynamics · Philosophy

  • G Gender Analysis

    Open Access•Umi Supraptiningsih, Theadora Rahmawati et al.•Nurani: Jurnal Kajian Syari'ah…•2023

  • Legalisasi Aborsi Dalam Perspektif Medis Dan Yuridis

    Open Access•Khoirul Bariyyah, Khairul Muttaqin•AL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata…•2016

  • Bunting Lolo

    Open Access•Abd Kadir Ahmad, Sabara Sabara et al.•AL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata…•2023

  • Introduction to Qualitative Research Methods

    Robert Bogdan, Steven J Taylor•Introduction to Qualitative…•2007

  • Handbook of qualitative research

    Norman K Denzin, Yvonna S Lincoln•Handbook of qualitative research•1994

  • Participant Observation

    Danny L Jorgensen, Danny Jorgensen•Participant observation•1989

Citations per year0.3
Citation span2016 - 2023 (8)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae