Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Peranan Hakim dalam Upaya Pencegahan Perkawinan Anak

Antara Kemaslahatandan Kemudharatan

Bibliographic Data

ID16967738
AuthorsMansari Mansari (Universitas Iskandar Muda), Rizkal Rizkal (Universitas Iskandar Muda)
Year2021
Volume4
Issue2
Pages328
Publication date2021-11-20
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueEl-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2620-8075 • E-ISSN: 2620-8083
DOI10.22373/ujhk.v4i2.10219
OpenAlexW3216753718
LanguageEN
Citations received3
References cited3

Hakim Mahkamah Syar’iyah memiliki peranan strategis dalam upaya pencegahan perkawinan anak, karena setiap orangtua yang ingin menikahkan anak di bawah umur harus mendapatkan dispensasi perkawinan dari Mahkamah Syar’iyah. Kajian ini berusaha untuk menganalisis peran dan tantangan yang dihadapi hakim dalam mencegah perkawinan usia anak di Mahkamah Syar’iyah serta pertimbangan dalam menerima maupun menolak dispensasi kawin. Jenis penelitian yang digunakan yuridis empiris dengan tujuan mendeskripsikan peranan hakim mencegah perkawinan anak. Sumber data primer diperoleh melalu wawancara langsung dengan hakim. Data sekunder terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim memiliki peranan strategis dalam upaya mencegah praktik perkawinan usia anak, hal ini disebabkan setiap perkawinan anak harus memperoleh izin Mahkamah Syar’iyah. Wujud peranan hakim dikonkritkan dengan mendorong orangtua tidak melanjutkan permohonan dispensasi kawin dengan memberikan nasehat-nasehat serta dampak yang muncul pasca perkawinan baik psikologis, mental maupun pendidikan anak. Tantangan yang dihadapi hakim dalam mengadili perkara dispensasi adalah pemahaman masyarakat terhadap bahaya perkawinan anak belum tersosialisasikan dengan baik dan harus menghadirkan saksi yang memadai agar latar belakang keinginan menikah dapat didalami secara komprehensif. Pertimbangan hakim mengabulkan permohonan dispensasi dengan mempertimbangkan aspek kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child) dan adanya bukti yang menunjukkan bahwa pernikahan suatu hal yang mendesak dilakukan berdasarkan fakta di persidangan

Humanities · Gender and Women's Rights · Legal Studies and Policies · Marriage and Family Dynamics · Philosophy

  • The Pitfall of Child Marriage Dispensation

    Open Access•Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, Siti Marhamah et al.•The Indonesian Journal of…•2023

  • When the State Tackles Family Law Issues

    Open Access•Holilur Rohman, Muhammad Jazil Rifqi•Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga…•2024

  • Rationalization of Islamic Legal Considerations in Marriage Dispensation

    Open Access•Iswantoro Iswantoro, Faiq Tobroni•Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum…•2022

  • Concretizationof Urgent Reason and Sufficientevidence in Providing Marriage Dispensation for Children by the Judge

    Open Access•Mansari Mansari, Zahrul Fatahillah et al.•Nurani: Jurnal Kajian Syari'ah…•2020

  • Batasan Usia Perkawinan Dalam Hukum Keluarga Islam (Perbandingan Antar Negara Muslim

    Open Access•Yulia Fatma•JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah)•2019

  • Penafsiran Dispensasi Perkawinan bagi Anak di Bawah Umur (Analisis Beberapa Putusan Mahkamah Syar’iyah Aceh)

    Open Access•Muhammad Iqbal, Rabiah Rabiah•El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga•2020

Unique citing works3
Citations per year0.75
Citation span2022 - 2024 (3)
Citation velocityrecent
Highly citedNo
Citation typesNeutral: 2

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae