Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Fungsi Dan Mitos Upacara Adat Nyangku Di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis

Bibliographic Data

ID19158693
AuthorsRezza Fauzi Muhammad Fahmi (0009-0000-3696-1741, Padjadjaran University, corresponding author), Gugun Gunardi (Padjadjaran University), Dade Mahzuni (Padjadjaran University)
Year2017
Volume27
Issue2
Publication date2017-07-18
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePanggung (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 0854-3429 • E-ISSN: 2502-3640
PublisherInstitut Seni Budaya Indonesia Bandung (PUBLISHER • ID)
DOI10.26742/panggung.v27i2.261
OpenAlexW2763322243
LanguageEN
Citations received2

ABSTRAKKonservasi Budaya Lokal Mikanyaah Munding sebagai Landasan Village Breeding Center Kerbau adalah penelitian yang dilaksanakan oleh kami terkait dengan bentuk penangkaran kerbau berbasis budaya tradisional, yang dilaksanakan di Desa Cikeusal-Tasikmalaya. Di dalam budaya “Mikanyaah Munding” juga ternyata terdapat pelestarian berbagai seni tradisi Sunda, diantaranya adalah Seni Terbang Gebes. Dalam tulisan ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan kajian etnografi, sedangkan teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara. Dari pembahasan hasil penelitian diperoleh antara lain; sistem penangkaran kerbau berbasis budaya lokal Mikanyaah Munding, yang di dalamnya terdapat; kebiasaan masyarakat setempat di dalam memperlakukan ternak kerbau, kosa kata khusus terkait dengan peternakan kerbau, hajat lembur yang ada hubungannya dengan peternakan kerbau, dan berbagai bentuk kesenian tradisional Sunda yang dilaksanakan dalam rangka budaya Mikanyaah Munding. Dalam artikel ini akan dibahas salah satu kesenian terkait, yaitu Seni Terbang Gebes.Kata Kunci: Budaya, Mikanyaah-Munding, Seni Terbang GebesABSTRACTConservation of local culture “Mikanyaah Munding” (or Nurturing Buffalos) as the base of Village Breeding Center of “Kerbau” is a research done on traditional “kerbau” breeding in Cikeusal, Tasikmalaya. “Mikanyaah Munding”reserve a variety of Sundanese traditional art performance, one of which is “Seni Terbang Gebes”. This essay uses qualitative method involving ethnography as its perspective. The data is collected from interviews. Our findings from analysis are: the habit of locals in treating their buffalos; specific vocabulary on breeding; festivities in relation to breeding and all kinds of Sundanese traditional art performance included in “Mikanyaah Munding”. This essay discusses one of its art performance, “Seni Terbang Gebes”.Keywords: Culture, Mikanyaah Munding, Seni Terbang Gebes

Art · Geography · Humanities · Cultural and Artistic Studies · Livestock Farming and Management

  • Spiritual Landscape Characterization of Muara Takus Temple Compound and Surroundings Area | Karakterisasi Lanskap Spiritual Kompleks Candi Muara Takus dan Kawasan di Sekitarnya

    Open Access•Ari Adi, Nugrahadi Mahanani et al.•SPAFA Journal•2023

  • Ritual Sebagai Ekosistem Budaya

    Open Access•Novi Anoegrajekti, Sudartomo Macaryu et al.•Panggung•2021

Unique citing works2
Citations per year0,4
Citation span2021 - 2023 (3)
Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae