Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Pemaknaan dan Nilai dalam Upacara Adat Maras Taun di Kabupaten Belitung

Bibliographic Data

ID19165341
AuthorsAsep Dadan Wildan (Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung, corresponding author), Moh Dulkiah (0000-0002-4461-486X, Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung), Irwandi Irwandi (0000-0001-5263-8338, Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung)
Year2019
Volume29
Issue1
Publication date2019-03-01
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePanggung (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 0854-3429 • E-ISSN: 2502-3640
PublisherInstitut Seni Budaya Indonesia Bandung (PUBLISHER • ID)
DOI10.26742/panggung.v29i1.811
OpenAlexW2932324583
LanguageEN
Citations received3

This paper aims to find out the meaning and values of the tradition of the Maras Taun ceremony in Belitung Regency. This research is conducted using a qualitative method with sociology and cultural anthropology approaches. Maras Taun is one of the traditional ceremonies that has been carried out for generations in Belitung Regency. It is not just a routine activity in Belitung Island, but at least there are three dimensions contained in the ceremony including tradition, symbolism, and values. Maras Taun is a thanksgiving ceremony for rice harvest which is carried out once a year after the harvest because most of the people earn a living in the fields. The next development of the Maras Taun ceremony is transformed into village salvation as people were not farmed in the fields anymore because of social changes. But, this did not reduce the sacredness of the traditional ceremony of Maras Taun itself. The results of this study found that in each stage of the ceremony contained the symbols and values of cultural practices of the community.Keywords: Tradition of Maras Taun, meaning and values, Belitung RegencyABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai tradisi upacara adat Maras Taun di Kabupaten Belitung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi dan antropologi budaya. Maras Taun merupakan salah satu upacara adat yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat di Kabupaten Belitung. Maras Taun tidak hanya sekadar sebuah perayaan rutin yang setiap tahun oleh setiap desa di Pulau Belitung, namun dalam perayaan tersebut setidaknya terdapat tiga dimensi, yakni tradisi, simbolisme, dan nilai. Maras Taun merupakan upacara syukuran panen padi yang dilaksanakan setahun sekali pasca panen padi, karena sebagian besar masyarakat bermata pencaharian petani ladang. Pada perkembangan selanjutnya. upacara ini bertransformasi menjadi selamatan kampung karena masyarakat sudah jarang yang bertani di ladang disebabkan adanya perubahan sosial. Namun hal tersebut tidak mengurangi kesakralan dari upacara adat tersebut. Hasil kajian ini menemukan bahwasanya setiap tahapan dalam upacara perayaan Maras Taun kaya akan simbol-simbol dan nilai yang terkandung di dalamnya.Kata Kunci: Tradisi Maras Taun, makna dan nilai, Kabupaten Belitung

Archaeology · Art · Ceremony · Geography · Humanities · Sociology · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Educational Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Philosophy

  • Theatre Excursion

    Open Access•Afri Wita, Apip Apip•Panggung•2020

  • Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Pada Ritual Aci Sanghyang Grodog Di Desa Lembongan Klungkung Bali

    Open Access•I Gede Yuda Pramada, I Nengah Mariasa et al.•Panggung•2022

  • Membangun Harmoni Sosial Melalui Musik dalam Ekspresi Budaya Orang Basudara di Maluku

    Open Access•Dewi Tika Lestari•Panggung•2020

Citations per year0.5
Citation span2020 - 2022 (3)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae