Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Pemaknaan Motif Tabu Dalam Cerita Rakyat Di Wilayah Bekas Kerajaan Mulawarman, Kerajaan Hindu Tertua Di Indonesia

Bibliographic Data

ID19179077
AuthorsDerri Ris Riana (0000-0002-8783-0204, Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, corresponding author)
Year2017
Volume29
Issue2
Pages197-197
Publication date2017-12-31
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueAksara (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 0854-3283 • E-ISSN: 2580-0353
PublisherBalinese Language Center (PUBLISHER • ID)
DOI10.29255/aksara.v29i2.80.197-210
OpenAlexW2783827841
LanguageEN
Citations received1

Penelitian cerita rakyat sebagai pengungkap budaya masyarakat yang mengandung kearifan lokal masih penting dilakukan. Apalagi, cerita rakyat yang berkembang di wilayah bekas Kerajaan Mulawarman, kerajaan Hindu tertua di Indonesia belum diungkap secara detil. Dengan menggunakan metode studi sastra lisan dan pendekatan tipe-motif, Stith Thompson, artikel ini berusaha mengungkap Kerajaan Mulawarman, menguraikan cerita rakyat yang berkembang di wilayah tersebut, memaparkan motif tabu yang terdapat dalam keempat cerita rakyat, yaitu “Legenda Patung Batu Desa Pantun”, “Legenda Gua Kombeng”, “Kutukan Sang Kudungga”, dan “Kisah Baung Putih”, serta menguraikan konsep tabu pada masyarakat sekarang. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara informan, pengamatan, perekaman, dan pencatatan. Metode analisis data menggunakan kritik teks, sedangkan teknik analisis data menggunakan klasifikasi motif Thompson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fakta-fakta historis Kerajaan Mulawarman melalui kajian keempat cerita tersebut, serta terkuaknya beragam motif tabu yang terdapat di dalam masyarakat Kutai. Pemaknaan konsep tabu ini masih berlangsung di masyarakat Kutai. Beberapa hal tabu masih berlangsung sampai dengan saat ini, sedangkan yang lain sudah tidak berlaku lagi karena pengaruh perkembangan zaman dan permasifan globalisasi. Motif tabu merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kutai Kartanegara yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai yang sangat bermanfaat

Art · Humanities · Theology · Coastal Management and Development · Cultural and Artistic Studies · Linguistics and Language Analysis · Philosophy

  • The role of Yupa inscription as Yantra in Shiva worship

    Open Access•I Gusti Bagus Wirawan, I Ketut Suda et al.•Cogent Arts and Humanities•2025

Citations per year1
Citation span2025 - 2025 (1)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae