Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Pelurusan Istilah Kawih, Tembang, dan Cianjuran

Bibliographic Data

ID19180802
AuthorsDian Hendrayana (Padjadjaran University, corresponding author), Reiza D Dienaputra (0000-0003-3661-1092, Padjadjaran University), Reiza Dienaputra, Teddi Muhtadin (0000-0002-8801-3599, Padjadjaran University), Widyo Nugrahanto (0009-0003-9463-4396, Padjadjaran University)
Year2020
Volume30
Issue3
Publication date2020-09-28
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePanggung (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 0854-3429 • E-ISSN: 2502-3640
PublisherInstitut Seni Budaya Indonesia Bandung (PUBLISHER • ID)
DOI10.26742/panggung.v30i3.1268
OpenAlexW3090744701
LanguageEN
Citations received3

Lately, people are often confused with the definition of kawih, tembang, and cianjuran. Quite often the term kawih is dichotomized by the term tembang, or the term tembang is equated with cianjuran. This mistake even applies to educational institutions, both in high schools and in universities. Likewise with the media. This study aims to describe the meaning of kawih, tembang, and cianjuran. The method used is descriptive qualitative through an epistemological approach, which examines the exposure of the meanings of the three terms from several sources, as well as comparing from other sources who also describe the three terms to obtain meaning that is considered ideal. The results obtained are, kawih is a vocal art owned by the Sundanese people and has been around for a long time, long before the sixteenth century. Kawih is also interpreted as all kinds of songs that exist in Sundanese society. Tembang is a type of kawih or song that uses lyrics from the dangding and only emerged and was known in Sundanese society around the XVIII century as an influence of Mataram; cianjuran is a part of Sundanese kawih originating from Cianjur Regency.Keywords: Kawih, Tembang, Tembang Sunda, Cianjuran, Tembang Sunda CianjuranABSTRAKAkhir-akhir ini masyarakat kerap dikelirukan dengan definisi kawih, tembang, dan cianjuran. Tak jarang istilah kawih didikotomikan dengan istilah tembang, atau istilah tembang disamakan artinya dengan cianjuran. Kekeliruan ini bahkan berlaku pada dunia pendidikan, baik di sekolah menengah maupun di perguruan tinggi. Demikian pula pada dunia pers. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dari kawih, tembang, dan cianjuran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan epistimologi, yakni menelaah dari paparan makna ketiga istilah dari beberapa sumber, serta membandingkan dari sumber-sumber lain yang juga memaparkan ketiga istilah tadi untuk memperoleh makna yang dianggap ideal. Hasil yang diperoleh adalah, kedudukan kawih merupakan seni suara atau nyanyian yang dimiliki masyarakat Sunda, serta sudah ada sejak lama, jauh sebelum abad XVI. Kawih dimaknai pula sebagai segala jenis nyanyian yang ada pada masyarakat Sunda. Tembang adalah jenis kawih atau nyanyian yang menggunakan lirik dari dangding dan baru muncul serta dikenal di masyarakat Sunda sekitar abad XVIII sebagai pengaruh dari Mataram; sedangkan cianjuran merupakan bagian dari kawih Sunda yang berasal dari daerah Cianjur.Kata kunci: Kawih, Tembang, Tembang Sunda, Cianjuran, Tembang Sunda Cianjuran

Epistemology · Humanities · Sociology · Coastal Management and Development · Cultural and Artistic Studies · Linguistics and Language Analysis · Philosophy

  • Lirik Tembang Cianjuran Wanda Panambih dalam Kajian Struktur dan Etnopedagogik

    Open Access•Noni Mulyani, Yayat Sudaryat•JENTERA Jurnal Kajian Sastra•2024

  • Akhir Zaman

    Open Access•Ela Yulaeliah•RESITAL JURNAL SENI PERTUNJUKAN•2023

  • Mapping of ITB bachelor of visual arts students’ theses from 2005 to 2022 based on premodern themes

    Open Access•Almira Belinda Zainsjah, Ira Adriati et al.•Cogent Arts and Humanities•2025

Citations per year1
Citation span2023 - 2025 (3)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae