Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Jejak falsafah Alam Takambang Jadi Guru dalam repertoar musik tradisional Minangkabau

Bibliographic Data

ID19190201
AuthorsAyuthia Mayang Sari (0009-0002-4348-3471, State University of Padang, corresponding author), Syeilendra Syeilendra (0000-0002-1510-8458, State University of Padang), Hengki Armez Hidayat (0000-0001-6163-0696, State University of Padang)
Year2023
Volume7
Issue1
Pages143-152
Publication date2023-04-13
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueSatwika Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2580-443X • E-ISSN: 2580-8567
PublisherUniversitas Muhammadiyah Semarang (PUBLISHER • ID)
DOI10.22219/satwika.v7i1.25242
OpenAlexW4365812757
LanguageEN
Citations received1
References cited5

Alam Takambang Jadi Guru merupakan falsafah yang melandasi cara berpikir masyarakat Minangkabau. Falsafah ini juga sebagai norma-norma adat dan turunannya untuk menjalankan kehidupan yang diatur dalam adat Minangkabau. Jejak Alam Takambang Jadi Guru atau "segala sesuatu yang ada di ‘alam’ dapat dijadikan guru" terlihat jelas dari penggunaan kata-kata yang berasal dari “alam” (sifat, tumbuhan, hewan, benda, tempat dan kegiatan maupun peristiwa atau kejadian) sebagai bagian dari norma adat yang mengatur setiap tindakan masyarakat Minangkabau baik individu maupun kelompok. Penggunaan kata maupun tutur yang merujuk kepada “alam” dalam setiap falsafah dan norma adat mengacu pada makna kiasan, sehingga falsafah dan norma adat tersebut mampu untuk memunculkan arti serta maknanya. Filosofi Alam Takambang Jadi Guru juga berdampak pada kesenian khususnya musik tradisional Minangkabau. Hal ini terlihat dalam syair dendang dan penamaan repertoar-repertoar musik tradisional Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana falsafah Alam Takambang Jadi Guru digunakan dan bagaimana munculnya dalam kesenian ksususnya musik tradisional Minangkabau sebagai representatif dari falsafah itu sendiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi serta studi literatur. Hasilnya adalah ditemukannya beberapa repertoar kesenian tradisional Minangkabau dengan menggunakan kata maupun tutur yang merujuk kepada “alam” sebagai jejak dari falsafah Alam Takambang Jadi Guru. Nama maupun tutur tersebut hadir dalam repertoar-repertoar musik tradisional Minangkabau yang sesuai dengan interpretasi masyarakat Minangkabau dalam melihat fenomena “alam”. Alam Takambang Jadi Guru is a philosophy that underlies the way of thinking of the Minangkabau people as customary norms and derivatives to carry out a life regulated in custom. The traces of Alam Takambang Jadi Guru, or "everything in nature can be used as a teacher", is seen from the use of words derived from “nature” (Characteristic, plants, animals, objects, places and activities or events) as part of customary norms that regulate every action of the Minangkabau community both individuals and groups. The use of names and speech that refer to "nature" in every philosophy and customary norm refers to figurative meanings so that these traditional philosophies and standards can bring out their meanings. The Philosophy of Alam Takambang Jadi Guru also impacts art, mainly traditional Minangkabau music. This can be seen in the dendang poetry and the naming of traditional Minangkabau music repertoire. This study aims to know the extent to which the philosophy of Alam Takambang Jadi Guru is used and how the emergence in the arts, especially Minangkabau traditional music, represents the philosophy itself. The method used in this study is descriptive qualitative with a phenomenological approach. Data collection is carried out by interview, observation and literature study techniques. The result was the discovery of several repertoires of traditional Minangkabau arts using words and words that refer to "nature" as traces of the philosophy of Alam Takambang Jadi Guru. The name and speech are present in the repertoire of traditional Minangkabau music following the interpretation of the Minangkabau people in seeing the phenomenon of nature

Art · Humanities · Child Development and Education · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia

  • Alu Katentong performance, history, form, and function at a wedding event in Padang Laweh

    Open Access•Syeilendra Syeilendra, Ayuthia Mayang Sari•Dewa Ruci Jurnal Pengkajian dan…•2023

  • Kajian Organologi Pembuatan Alat Musik Tradisi Saluang Darek Berbasis Teknologi Tradisional

    Open Access•Ediwar Ediwar, Rosta Minawati et al.•Panggung•2019

  • Kesenian Indang

    Open Access•Nurmalena Nurmalena, Nurmalena et al.•Panggung•2014

  • Sastra Lisan Dalam Kesenian Saluang Dendang Sumatera Barat

    Open Access•Nofroza Yelli•Jurnal Sitakara•2018

  • Variabilitas Tangga Nada Talempong Pacik Dalam Konteks Kesenian Tradisi Minangkabau

    Open Access•Wimbrayardi Wimbrayardi, Bambang Parmadi•Mudra Jurnal Seni Budaya•2021

Citations per year0.33
Citation span2023 - 2023 (1)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae