Yang Tersingkap Dan Yang Tersungkup
Perang Padri Dan Implikasinya Terhadap Pakaian Keseharian Perempuan Minang-Muslim Pada Awal Abad XIX
Bibliographic Data
| ID | 19558486 |
|---|---|
| Authors | Dedi Arsa (Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, corresponding author) |
| Year | 2019 |
| Volume | 18 |
| Issue | 2 |
| Pages | 27-66 |
| Publication date | 2019-03-01 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Analisis Jurnal Studi Keislaman (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2088-9046 • E-ISSN: 2502-3969 |
| Publisher | Raden Intan State Islamic University of Lampung (PUBLISHER) |
| DOI | 10.24042/ajsk.v18i2.3673 |
| OpenAlex | W2918259368 |
| Language | EN |
| References cited | 10 |
Pakaian adalah kulit sosial, kehadirannya merepresentasikan masyarakat, dan perubahannya menggambarkan perubahan masyarakat. Artikel ini membahas perubahan corak dan cara berpakaian perempuan Minangkabau sejak masa pra-Padri hingga kemunculan modernitas lewat kehadiran kolonialisme Barat. Selama kurun itu, pakaian perempuan Minangkabau telah mengalami transformasi dalam aspek cara dan corak, perubahan itu mengikuti perubahan social: terbuka dan sangat sederhana pada periode sebelum Padri; cenderung penuh gaya ketika ekonomi menaik menjelang Padri; hingga sangat tertutup dan sederhana atas dorongan Padri; pasca-Padri adalah masa yang kompromistis yang terbuka untuk inovasi tetapi tetap mendasarkan pada prinsip syar’iyyah; sementara kehadiran Barat memberi anasir-anasir baru berupa rok dan kemeja, juga topi. Di atas kulit tubuh perempuan Minangkabau, terdapat berlapis-lapis anasir: kreasi lokal, Islam puritan & modernis sekaligus, juga Barat
Art · Humanities · Asian Studies and History · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Gender and Women's Rights
Engineers of Happy Land
Muslims and Matriarchs
Perubahan Gaya Pakaian Perempuan Bangsawan Pribumi Di Jawa Tahun 1900 - 1942
Some Notes on the Kaba Tjindua Mato
Change and Continuity in the Minangkabau Matrilineal System
Adat and Islam
Mengabadikan estetika Fotografi dalam promosi pariwisata kolonial di Hindia-Belanda
Wacana kolonial dalam film Moeder Dao, de schildpadgelijkende
Islamic Revivalism in Minangkabau at the Turn of the Nineteenth Century
Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy. Central Sumatra, 1784-1847
| Citation velocity | historical |
|---|---|
| Highly cited | No |