Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Respon Komunitas Nelayan terhadap Modernisasi Perikanan (Studi Kasus Nelayan Suku Bajo di Desa Lagasa, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara)

Bibliographic Data

ID19566233
AuthorsAwaluddin Hamzah (0009-0005-4313-592X, Universitas Halu Oleo), Nurmala K Pandjaitan (0000-0002-1247-9237), Nuraini, Nuraini Nuraini (0000-0001-8294-4440)
Year2008
Volume2
Issue2
Publication date2008-08-10
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueSodality Jurnal Sosiologi Pedesaan (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2302-7517 • E-ISSN: 2302-7525
PublisherDepartment of Communication and Community Development Sciences (PUBLISHER)
DOI10.22500/sodality.v2i2.5885
OpenAlexW1864704620
LanguageEN
Citations received2
References cited1

Modernisasi melalui peningkatan dan penggunaan teknologi alat tangkap serta bantuan permodalan berimplikasi pada kegiatan serta organisasi penangkapan ikan dan pada akhirnya terjadi perubahan dalam suatu komunitas. Tidak semua lapisan nelayan dapat memanfaatkan peluang modernisasi. Sebelum program modernisasi perikanan, struktur komunitas nelayan Suku Bajo masih didominasi oleh sistem perikanan tradisional, kegiatan dicirikan struktur komunitas homogen dan tingkat diferensiasi sosial yang masih rendah. Berbagai ukuran yang dapat dilihat menunjukan bahwa nelayan tergolong tidak sejahtera. Pemerintah memandang perlu untuk memperbaiki taraf hidup nelayan. Realisasinya dilakukan antara lain dalam bentuk modernisasi perikanan (Revolusi Biru). Penerimaan maupun penolakan suatu hal baru berkaitan dengan proses mental sejak seseorang mengetahui adanya inovasi. Proses tersebut bagi nelayan tidak terlepas dari pengaruh pemaknaan terhadap laut serta pekerjan nelayan bagi nelayan itu sendiri. Hasil penelitian menunjukan kecenderungan terjadi bahwa Pengadopsi Cepat (PC) memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan adopter yang lebih lambat. Pada pemaknaan laut, kebanyakan responden memberi makna ekonomi, psikologi dan budaya yang positif. Sedangkan pada makna pekerjaan nelayan kebanyakan responden memberi makna ekonomi, sosiologis, teologis, dan budaya yang cenderung positif. Selain itu nampaknya terdapat hubungan antara pemaknaan dengan kecepatan adopsi. Hubungan tersebut adalah semakin positif makna ekonomis maka adopsi inovasi semakin cepat. Sebaliknya semakin positif makna budaya kecenderungan adopsi cenderung semakin lambat. Modernisasi perikanan berdampak pada perubahan pola kerja yakni daya jelajah lebih jauh, jumlah pekerja (sawi) lebih banyak dengan sifat semi bebas dan perekrutan lebih selektif. Pembagian kerja lebih jelas dan berjenjang serta hierarkis. Terjadi pula dampak perubahan struktur sosial dengan sistem bagi hasil yang menjadi pranata nelayan, stratifikasi yang kompleks, diferensiasi beragam, dan pola hubungan non eksploitatif. Dampak teknologi gae juga menghasilkan peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar serta gizi anggota keluarga nelayan serta kesadaran pentingnya pendidikan bagi anggota keluarga

Humanities · Physics · Marine and coastal ecosystems · Philosophy

  • Role of Fisher Group in The Fisheries Development in Sadeng Coast Gunungkidul Regency

    Open Access•Andhika Rakhmanda, Suadi et al.•Sodality Jurnal Sosiologi Pedesaan•2018

  • Modernization, Education, and Fish Supply Chain Performance of Akit Isolated Tribe

    Open Access•Eni Yulinda, Ridar Hendri•Human Ecology•2025

  • The practice of social research

    Earl R Babbie•The practice of social research•2010

Citations per year0.25
Citation span2018 - 2025 (8)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae