Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Skema Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Kolaboratif Sebagai Solusi Penyelesaian Konflik Pengelolaan Sdadi Hutan Sesaot, Lombok Barat

Bibliographic Data

ID19566545
AuthorsAli Yansyah Abdurrahim (0000-0003-0213-0135, Indonesian Institute of Sciences, corresponding author)
Year2015
Volume3
Issue3
Publication date2015-11-28
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueSodality Jurnal Sosiologi Pedesaan (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2302-7517 • E-ISSN: 2302-7525
PublisherDepartment of Communication and Community Development Sciences (PUBLISHER)
DOI10.22500/sodality.v3i3.10639
OpenAlexW2188551774
LanguageEN

Ditetapkannya Hutan Sesaot menjadi kawasan Taman Hutan Rakyat (TAHURA) melalui SK Menteri Kehutanan Nomor 244/Kpts-II/1999 dan Nomor 598/Menhut-II/2009 menimbulkan konflik di antara berbagai pihak yang berkepentingan. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini ingin (1) memetakan persoalan (dinamika) akses, properti, kekuasaan, dan kewenangan atas SDA di Hutan Sesaot sebelum dan sesudah penetapan; (2) menganalisis struktur dan tahapan konflik serta relasi (kumpulan dan jaring-jaring) kekuasaan para aktor yang terlibat; (3) merekomendasikanskema pengelolaan kolaboratif sebagaisolusi penyelesaian konflik. Hasil penelitian menemukan bahwa konflik pengelolaan sumber daya alam di hutan Sesaot bersumber dari perebutan akses dan hak pengelolaan antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan masyarakat lokal yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dengan relasi, kumpulan, dan jaring kekuasaan yang dimilikinya, Pemprov NTB mendukung skema TAHURA, sedangkan Pemkab Lombok Barat mendukung skema HKm (Hutan Kemasyarakatan). Pihak ketiga berhasil meredakan konflik dengan keputusan mengembalikan status fungsi hutan Sesaot dengan skema HKm dan memindahkan lokasi TAHURA ke wilayah lain di luar kawasan hutan Sesaot. Namun, tidak semua pihak puas dengan keputusan ini. Untuk menghindari konflik terjadi lagi di masa yang akan datang, penulis menyarankan modifikasi skema HKm menjadi Hkm kolabaratif yang mampu menampung kepentingan semua pihak. Kata kunci: ekologi politik, hutan kemasyarakatan (HKm), hutan Sesaot, konflik, pengelolaan kolaboratif

Art · Humanities · Political science · Agricultural and Environmental Management · Agricultural Research and Practices · Oil Palm Production and Sustainability

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae