Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Indonesia Di Tengah Belantara Digital

Merdeka Atau Tidak Berdaya

Bibliographic Data

ID19579167
AuthorsYoka Pramadi (0000-0002-8938-288X, Indonesian Institute of Sciences, corresponding author)
Year2020
Volume22
Issue2
Pages121-133
Publication date2020-11-06
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJurnal Masyarakat dan Budaya (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2502-1966 • E-ISSN: 2615-7608
PublisherNational Research and Innovation Agency (PUBLISHER)
DOI10.14203/jmb.v22i2.1117
OpenAlexW3104951116
LanguageEN
References cited2

Akhir-akhir ini kita sering mendapati kabar bohong atau hoaks yang muncul di lini masa media sosial kita. Menurut laporan isu hoaks dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) pada April 2019 tercatat sebanyak 486 hoaks teridentifikasi, 209 diantaranya adalah hoaks dengan kategori politik. Hoaks dengan kategori politik adalah berupa kabar bohong yang menyerang KPU dan Bawaslu calon presiden dan calon wakil presiden, serta partai politik peserta pemilu. Hoaks jenis itu mencuat karena pada saat itu adalah momen pemilu. Sepanjang Agustus 2018-April 2019 terkumpul laporan sebanyak 1.731 hoaks, terus meningkat pada 17 April saat gelaran pemilu berlangsung. Sebanyak 620 hoaks merupakan kategori politik, 210 hoaks merupakan kategori pemerintahan, 200 hoaks merupakan kategori kesehatan, 159 hoaks merupakan kategori fitnah, dan 113 merupakan kategori kejahatan, dan sisanya isu lainnya (detik.com). Lalu kenapa penyebarannya sangat begitu cepat dan masif? Tak bisa kita mungkiri, bahwa perkembangan teknologi dan disrupsi di era digital melaju dengan cepat layaknya kendaraan yang melaju di jalan bebas hambatan (tol). Asumsi pengarang buku jagat digital ini akan media sosial adalah sebagai jalan raya gratis yang mana siapa pun dapat menggunakan layanan tersebut. Namun dibalik gratisnya layanan, tanpa kita sadari ada perangkap pengawasan (surveillance) dimana platform penyedia layanan dapat memasangi “jalan raya†tersebut dengan CCTV atau kamera-kamera pengawas. Gerak-gerik pengguna layanan dan data pribadinya terekam oleh kamera-kamera pengawas tersebut

Art · Humanities · Political science · Blockchain Technology in Education and Learning · Islamic Finance and Communication · SMEs Development and Digital Marketing

  • Becoming Digital

    Open Access•Mateusz Dubiel•Journal of Enabling Technologies•2018

  • Becoming Digital

    Open Access•Vincent Mosco•Becoming Digital•2017

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae