Representasi Tekanan Psikologis dalam Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja
Perspektif Psikologi Budaya
Bibliographic Data
| ID | 19584452 |
|---|---|
| Authors | Dea Christabelinda Robert (University of Surabaya), Marselinus Sampe Tondok (University of Surabaya) |
| Year | 2026 |
| Volume | 8 |
| Issue | 1 |
| Pages | 67-75 |
| Publication date | 2026-03-31 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Jurnal Adat dan Budaya Indonesia (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2615-6156 • E-ISSN: 2615-6156 |
| Publisher | Universitas Pendidikan Ganesha (PUBLISHER) |
| DOI | 10.23887/jabi.v8i1.103516 |
| OpenAlex | W7153982083 |
| Language | EN |
| References cited | 20 |
Rambu Solo' merupakan ritual pemakaman yang sakral dan kompleks yang dipraktikkan di Tana Toraja, yang dapat memicu tekanan psikologis karena tuntutan sosial, emosional, dan ekonomi yang dibebankan kepada keluarga penyelenggara. Kajian terhadap aspek psikologis ritual ini menjadi penting mengingat minimnya penelitian psikologi budaya yang secara khusus menyoroti dampak psikologis dari praktik adat dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tekanan psikologis yang dialami oleh keluarga selama pelaksanaan ritual tersebutt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan tiga orang yang secara langsung berpartisipasi dalam upacara tersebut. Temuan menunjukkan bahwa keluarga mengalami tekanan psikologis yang signifikan, terutama karena kewajiban adat untuk melaksanakan upacara dalam skala besar, yang sering kali melebihi kemampuan finansial mereka. Banyak dari keluarga penyelenggara upacara Rambu Solo’ yang terpaksa menjual properti atau berhutang untuk memenuhi harapan tersebut, sebuah beban yang semakin diperberat oleh tekanan masyarakat untuk menyelenggarakan acara yang rumit. Keluarga-keluarga penyelenggara upacara rambu solo’ berusaha untuk mengatasinya melalui dukungan emosional di antara para anggota dan berbagai strategi manajemen stres. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Rambu Solo' berfungsi sebagai ekspresi penghormatan kepada leluhur yang bermakna, namun upacara adat tersebut juga menimbulkan beban psikologis yang cukup besar. Oleh karena itu, penyesuaian sosial budaya diperlukan untuk melestarikan makna ritual tanpa terlalu membebani keluarga yang menyelenggarakannya
Citizenship Education and Democracy · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Cultural and Social Studies
Whatever happened to qualitative description?
Literature review as a research methodology
Upacara Adat Rambu Solo’
Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu Solo’ Di Kampung Adat Ke’Te’ Kesu’ Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan
The Social Identity Theory of Intergroup Behavior
Rituals and myths at the death ceremony of the Toraja People
Christian Funeral Rites and Rambu Solo’ in Tana Toraja
Qualitative inquiry and research design
| Highly cited | No |
|---|