Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Revolusi Mengitari Tani

Solidaritas Komunitas Solawi di Freiburg

Bibliographic Data

ID19596035
AuthorsGusti Nur Asla Shabia (Universitas Gadjah Mada, corresponding author)
Year2022
Volume1
Issue2
Pages164-184
Publication date2022-12-23
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueLembaran Antropologi (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2828-0954 • E-ISSN: 2828-0962
PublisherUniversitas Gadjah Mada (PUBLISHER)
DOI10.22146/la.4357
OpenAlexW4312217546
LanguageEN
References cited9

Solidarische Landwirtschaft (SOLAWI) atau “Pertanian ber-Solidaritas” merupakan gerakan pertanian dan pangan alternatif di Jerman yang menekankan kerjasama langsung antara produsen dan konsumen untuk mendanai satu kegiatan pertanian dengan prinsip solidaritas. Secara global, gerakan ini dikenal sebagai Community Supported Agriculture (CSA). Meskipun bentuk dan pengejawantahan di setiap negara berbeda, gerakan ini bertolak dari visi serupa: melangsungkan praktik pertanian dan sistem pangan alternatif dari sistem pangan global yang selama ini dipandang memiskinkan para petani skala kecil dan menimbulkan kerusakan ekologis dan krisis iklim. SOLAWI menghendaki proses yang berpihak ke kesejahteraan petani dan keberlanjutan alam: di mana pasar harusnya mengitari pertanian dan bukannya sebaliknya. Melalui studi etnografi saya pada dua komunitas SOLAWI di Freiburg, Jerman, tulisan ini ingin menelusuri: (1) Bagaimana orang-orang di dalam SOLAWI mempraktikkan dan mengalami solidaritas? dan (2) Mengapa solidaritas bernilai signifikan bagi keberlangsungan SOLAWI sendiri? Pertanyaan terakhir bertolak dari pengamatan saya bahwa meskipun solidaritas dipakai sebagai basis gerakan, praktik-praktik solidaritas memiliki fungsi ekonomi dalam mempertahankan anggota-anggota di dalam SOLAWI dan menjaga keberlanjutan komunitas. Temuan dalam penelitian saya menunjukkan bahwa ekonomi solidaritas menjadi kritik para aktor ekonomi tertentu atas ekonomi yang berorientasi profit dan eksploitatif yang mereka pandang sebagai suatu kegagalan dari proses modernisme. Selain itu, para anggota lebih menghendaki ranah-ranah non-ekonomis yang mereka temukan dalam SOLAWI dan bersedia untuk “mempertukarkannya” dengan sebentuk dukungan finansial

Art · Humanities · Political science · Agriculture, Land Use, Rural Development

  • Introduction

    Peter Utting•Social and Solidarity Economy•2015

  • Pertanian Biodinamik

    Open Access•Lara Wilis•Lembaran Antropologi•2022

  • Shifting plates in the agrifood landscape

    Open Access•Patricia Allen, Margaret Fitzsimmons et al.•Journal of Rural Studies•2003

  • The (un)making of “CSA people”

    Open Access•Ryan E Galt, Karen A Bradley et al.•Journal of Rural Studies•2018

  • Becoming” an environmentalist in Indonesia

    Open Access•Pam Nilan, Gregorious Ragil Wibawanto•Geoforum•2015

  • Rural development through the construction of new, nested, markets

    Jan Douwe Van Der Ploeg, J Ye et al.•The Journal of Peasant Studies•2012

  • Social Exchange

    Harumi Befu•Annual Review of Anthropology•1977

  • The Food Crisis, Industrialized Farming and the Imperial Regime

    Open Access•Jan Douwe Van Der Ploeg•Journal of Agrarian Change•2010

  • Food crises, food regimes and food movements

    Eric Holt Giménez, Annie Shattuck•The Journal of Peasant Studies•2011

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae