Alat Bukti Dalam Hukum Acara Perdata Indonesia Dilihat Dari Kacamata Islam
Bibliographic Data
| ID | 21152384 |
|---|---|
| Authors | Ruzman Md Noor (0009-0006-0620-126X, University of Malaya), Hidayat bin Muhammad (University of Malaya) |
| Year | 2018 |
| Volume | 15 |
| Issue | 02 |
| Pages | 175-197 |
| Publication date | 2018-12-01 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Al-Risalah: Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 1412-436X • E-ISSN: 2540-9522 |
| Publisher | Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi (PUBLISHER) |
| DOI | 10.30631/alrisalah.v15i02.358 |
| OpenAlex | W4313122085 |
| Language | EN |
Pembuktian merupakan satu tahapan penting dalam peradilan yang bertujuan untuk membuktikan apakah yang didalilkan oleh pihak yang berperkara benar ataupun sebaliknya. Untuk membuktikan suatu perkara itu betul atau tidak, undang-undang positif Indonesia telah memberikan garis panduan. Undang-undang tersebut telah memberikan beberapa alat bukti yang bisa diambil dan diajukan oleh kedua belah pihak yang berperkara kepada Hakim. Kajian ini penting karena sampai saat ini peradilan di Indonesia belum mempunyai undang-undang hukum acara produk dan ciptaan orang Indonesia sendiri. Dalam kasus pidana sebagaimana disebut oleh Undang-Undang No. 1 Tahun 2006 Tentang Bantuan Timbal Balik, tulisan disebut dengan Surat. Pasal 1 (4) menyatakan bahwa “Surat adalah segala dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang di Indonesia atau di negara asing
Art · Humanities · Political science · Indonesian Legal and Regulatory Studies · Legal and Social Justice Studies · Legal Studies and Policies
| Highly cited | No |
|---|