Peranan Arca Catuḥkāyperanan Arca Catuḥkāya Pada Masa Bali Kunoa Pada Masa Bali Kuno
Bibliographic Data
| ID | 21484376 |
|---|---|
| Authors | Kadek Dedy Prawirajaya Rajeg (Udayana University), Heri Purwanto, Coleta Palupi Titasari (Udayana University) |
| Year | 2024 |
| Volume | 43 |
| Issue | 2 |
| Pages | 115-134 |
| Publication date | 2024-08-23 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Berkala Arkeologi (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 0216-1419 • E-ISSN: 2548-7132 |
| Publisher | National Research and Innovation Agency (PUBLISHER) |
| DOI | 10.55981/jba.2023.122 |
| OpenAlex | W4402079329 |
| Language | EN |
| References cited | 4 |
ABSTRAK Catuḥkāya merupakan salah satu bentuk arca yang dituangkan dalam satu batu tunggal (monolith), bagian sisinya dipahatkan empat tokoh manusia yang menempati empat arah mata angin (timur, selatan, barat, dan utara). Sejauh kajian yang ada temuan arca catuḥkāya hanya ditemukan di wilayah Bali. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji peranan arca catuḥkāya pada masyarakat Bali Kuno. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara survei lapangan dan kajian pustaka. Analisis yang digunakan ialah ikonografis dan komparatif. Berdasarkan hasil kajian ini menunjukkan bahwa arca catuḥkāya sebenarnya perkembangan bentuk dari Mukhaliṅga. Dapat dikatakan arca catuḥkāya adalah salah satu perwujudan dari Dewa Siwa. Perananan arca catuḥkāya pada masa lalu kemungkinan besar digunakan sebagai ritual tantrayana dalam lingkup Siwa, serta digunakan untuk upacara abhicāra (upacara dalam menghancurkan para musuh). Makna yang terkandung dalam arca catuḥkāya adalah wujud dari alam semesta (mikrokosmos dan makrokosmos) yang terdiri dari wujud halus (tānmatra) dan kasar (mahābhūta). Di sisi lain juga mengandung makna sebagai wujud aksara suci untuk pemujaan Siwa. Kata Kunci: Arca Catuḥkāya, Peranan, Ritual Tantrayana, Ikonografi
| Highly cited | No |
|---|