Pemaknaan ajaran paramita pada relief Jatakamala di Candi Borobudur
Perspektif semiotika
Bibliographic Data
| ID | 21484388 |
|---|---|
| Authors | So Tju Shinta LEE (0000-0002-5639-7698, University of Indonesia), Agus Munandar (0000-0002-6497-4758, University of Indonesia), Agus Aris Munandar |
| Year | 2022 |
| Volume | 42 |
| Issue | 1 |
| Pages | 37-56 |
| Publication date | 2022-07-31 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Berkala Arkeologi (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 0216-1419 • E-ISSN: 2548-7132 |
| Publisher | National Research and Innovation Agency (PUBLISHER) |
| DOI | 10.30883/jba.v42i2.963 |
| OpenAlex | W4288902208 |
| Language | EN |
| References cited | 1 |
Tulisan ini mengkaji bagaimana relief Jatakamala di Candi Borobudur merepresentasikan ajaran enam kesempurnaan (sat-paramita), peran sosial dari tokoh utama, dan nilai-nilai universal di dalam cerita. Penelitian ini perlu dilakukan karena belum ada analisis yang memadai bagaimana Jatakamala diasosiasikan dengan praktik kesempurnaan pada kajian-kajian terdahulu. Berdasarkan tiga komponen data: relief, naskah, dan sutra-sutra mengenai enam kesempurnaan, kajian ini menggunakan semiotika pragmatis Charles Sanders Peirce untuk mengidentifikasi kesempurnaan/multikesempurnaan pada lima cerita Jatakamala. Analisis tematis digunakan untuk melihat peran sosial dan pesan universal dalam 14 cerita. Penerapan triadik Peirce menunjukkan bahwa masing-masing cerita merepresentasikan multikesempurnaan. Tokoh utama dalam Jatakamala berperan aktif secara sosial dan turut memecahkan isu-isu di masyarakat melalui tindakan dan keteladanan. Jatakamala juga mengandung nilai-nilai universal sebagai sarana pembelajaran dan pendidikan
Art · Humanities · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Educational Studies · Multicultural Education and Local Wisdom
| Highly cited | No |
|---|