Dekonstruksi Makna Priyayi dalam Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam
Bibliographic Data
| ID | 21484455 |
|---|---|
| Authors | Devi Cintia Kasimbara (Universitas PGRI Madiun), Wahyuningsih Wahyuningsih (0000-0002-5613-7896, Universitas PGRI Madiun) |
| Year | 2020 |
| Volume | 15 |
| Issue | 3 |
| Pages | 341-351 |
| Publication date | 2020-08-30 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Nusa Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 0216-535X • E-ISSN: 2597-9558 |
| Publisher | Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP) (PUBLISHER) |
| DOI | 10.14710/nusa.15.3.341-351 |
| OpenAlex | W3112173162 |
| Language | EN |
Kepriyayian identik dengan status sosial seseorang dalam pandangan masyarakat. Priyayi dipandang sebagai orang yang memiliki status sosial yang tinggi dan terpandang. Bisa karena keturunan dari keluarga terpandang ataupun karena memiliki pekerjaan yang berstatus sosial tinggi. Dalam novel Para Priyayi makna yang ideal tersebut dijungkirbalikkan oleh Umar Kayam. Penelitian ini menggunakan cara kerja teori dekonstruksi Derrida dengan menemukan oposisi-oposisi berlawanan pada novel Para Priyayi. Hasilnya dapat dilihat bahwa Umar Kayam menunjukkan bahwa kepriyayian bukanlah sekadar gaya hidup maupun status sosial, namun lebih kepada kepribadian itu sendiri, bagaimana seseorang berguna bagi masyarakat. Hal ini menjungkirbalikkan esensi makna priyayi yang telah tertanam kuat di hati dan pikiran masyarakat bahwa kepriyayian yang sangat lekat dengan gaya hidup maupun status sosial.Kata Kunci: dekonstruksi, priyayi, derrida, umar kayam, para priyayi
Art · Humanities · Educational Methods and Impacts · Educational Methods and Media Use · Islamic Finance and Communication · Philosophy · Psychology
| Highly cited | No |
|---|