Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Distres sebagai Mediator antara Resiliensi dan Well-being pada Dewasa di Indonesia

Bibliographic Data

ID21707237
AuthorsFariza Nur Shabrina (University of Indonesia), Grace Elizabeth Romorani Sigumonrong (Universitas Sumatera Utara), Nabila Isnandini (University of Indonesia), Syora Alya Eka Putri (0000-0001-9303-0206, University of Indonesia)
Year2021
Volume26
Issue2
Pages319-334
Publication date2021-07-25
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePsikologika Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1410-1289 • E-ISSN: 2579-6518
PublisherUniversitas Islam Indonesia (Islamic University of Indonesia) (PUBLISHER)
DOI10.20885/psikologika.vol26.iss2.art6
OpenAlexW3189295759
LanguageEN

COVID-19 merupakan situasi yang menimbulkan stres, di luar kendali individu, dan berdampak buruk pada well-being. Pada situasi stres, resiliensi dinilai sebagai faktor protektif dari well-being yang ditandai dengan optimisme dan fleksibilitas kognitif. Individu yang resilien dengan kata lain berpotensi memiliki persepsi distres psikologis rendah sehingga memiliki well-being yang baik bahkan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini melihat peran distres psikologis sebagai mediator dalam hubungan antara resiliensi dan well-being pada situasi COVID-19 di Indonesia. Pengambilan data dilakukan menggunakan survei online dengan tiga alat ukur berbentuk self-reported inventory yaitu HSCL-10, RS-14, dan MHC-SF. Hasil analisis mediasi dari 260 partisipan menunjukan bahwa distres psikologis berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara resiliensi dan well-being. Semakin tinggi resiliensi, maka semakin positif individu melihat situasi mereka yang ditandai dengan rendahnya distres psikologis. Distres psikologis yang rendah kemudian berpengaruh terhadap peningkatan well-being. Hasil penelitian ini menguatkan pentingnya peran persepsi kognitif terhadap well-being selama kondisi pandemi COVID-19. Intervensi psikologis dalam bentuk peningkatan fleksibilitas kognitif dan pendekatan mindfulness dapat menjadi alternatif dalam menanggulangi dampak negatif COVID-19 terhadap well-being

Humanities · COVID-19 Prevention and Impact · Mental Health and Well-being · Philosophy · Psychology · Public Health and Nutrition

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae