Dualisme Elite Kerajaan Badung dan Kerajaan Buleleng Pada Masa Revolusi di Bali, 1945-1950
Bibliographic Data
| ID | 21707453 |
|---|---|
| Authors | Putu Dyah Pradnya Paramitha |
| Year | 2025 |
| Volume | 21 |
| Issue | 1 |
| Pages | 23 |
| Publication date | 2025-08-11 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Lembaran Sejarah (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 1410-4962 • E-ISSN: 2620-5882 |
| Publisher | Universitas Gadjah Mada (PUBLISHER) |
| DOI | 10.22146/lembaran-sejarah.99137 |
| Language | EN |
Studi ini membahas tentang terjadinya konflik internal antar elite kerajaan di Bali pada masa Revolusi 1945-1950, khususnya di Kerajaan Badung dan Kerajaan Buleleng. Konflik ini ternyata memang sudah mengakar sejak lama yang disebabkan oleh adanya sistem kasta (wangsa) dan akhirnya memuncak dengan ditambahnya suasana revolusi. Terdapat tiga varian elite yang ditemukan dalam studi ini, antara lain: Elite Kerajaan Federalisme Bukan Republiken, Elite Kerajaan Republiken Kesatuan (Non-Kooperatif), dan Elite Kerajaan Republiken Federalisme (Kooperatif). Adapun rumusan masalah dalam studi ini meliputi: (1) Mengapa terjadi perbedaan pilihan politik antar sesama elite kerajaan?; (2) Apa motivasi pilihan politik dari elite kerajaan serta bagaimana konsekuensinya?; dan (3) Apa implikasi dari konflik antar sesama elite kerajaan?. Dalam penelitian ini menggunakan fokus kajian berupa sejarah sosial dimana aspek interpretasi dalam penelitian ini lebih ditekankan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa masyarakat Bali, khususnya Badung dan Buleleng, masih dipengaruhi oleh unsur- unsur kasta dan ikatan tradisional lainnya, seperti ikatan patrimonial dan patron- klien. Ikatan kekerabatan antara elite kerajaan juga sangat kuat, sehingga konflik diantara kalangan elite kerajaan ini tidak berlangsung lama
| Citation velocity | historical |
|---|---|
| Highly cited | No |