Fear of Missing Out sebagai Cermin Budaya Partisipatif Generasi Z
Studi Variasi Bahasa pada Pengguna TikTok di Indonesia
Bibliographic Data
| ID | 21707804 |
|---|---|
| Authors | Putri Oktarin Nadya (Universitas Sumatera Utara), Muhammad Safwan Jamil (Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh), Arie Azhari Nasution (0000-0003-2600-7107, Universitas Sumatera Utara), Prayogo Prayogo (0000-0003-4798-0846, Universitas Sumatera Utara), Putri Utami (Universitas Sumatera Utara) |
| Year | 2026 |
| Volume | 21 |
| Issue | 1 |
| Pages | 25-49 |
| Publication date | 2026-06-07 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Sabda Jurnal Kajian Kebudayaan (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 1410-7910 • E-ISSN: 2549-1628 |
| Publisher | Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP) (PUBLISHER) |
| DOI | 10.14710/sabda.21.1.25-49 |
| OpenAlex | W7163826428 |
| Language | EN |
Penelitian ini bertujuan menelaah variasi bahasa sosiolinguistik yang dimunculkan oleh Fear of Missing Out (FoMO) pada pengguna TikTok Generasi Z di Indonesia sebagai cermin dari budaya partisipatif digital. Menggunakan pendekatan kualitatif netnografi yang dicermati dengan metode padan sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis 15 tuturan data dari konten viral yang merepresentasikan spektrum luas FoMO, mulai dari tren fashion, wellness, hingga partisipasi sosial-politik. Hasil penelitian menemukan bahwa tekanan FoMO mendorong pembentukan ragam register spesifik yang berfungsi sebagai mekanisme adaptasi linguistik yang terstruktur. Ditemukan lima klaster register utama: (1) Register Urgensi dan Kompetitif (misalnya, "anjir, cakep poll", "Gas dm jastip") yang menciptakan tekanan sosio-ekonomis dan menegaskan status dalam kelompok yang berpengetahuan. (2) Daftar Afiliasi Estetik (misalnya, "fomo Hindia nih", "fomo trend fuji") yang memediasi konversi konsumsi budaya menjadi ModalBudaya digital. (3) Register Reflektif dan Mitigasi (misalnya, "Emang beneran suka apa FOMOdoang?", "GPP dikatain norak") yang digunakan untuk melakukan uji keaslian (authenticity test) dan mengelola stigma sosial. (4) Registrasi Maturasi dan Detasemen (misalnya, "yg penting bias sehat aja dehhh") yang menunjukkan resolusi kecemasan FoMO menjadi sikap yang lebih matang. Secara sosiolinguistik, variasi bahasa ini bertindak sebagai mekanisme sosial yang menjaga kohesi Gen Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FoMO telah membentuk struktur kebahasaan
Trainer · Educational Methods and Impacts · Islamic Finance and Communication · Linguistics and Language Analysis
| Highly cited | No |
|---|