Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Asal Penciptaan Perempuan Hingga Dunia Mode dan Praktek Ibadah

Pentafsiran Ulang Tulang Bengkok dan Mitos Menstrual Taboo

Bibliographic Data

ID21708877
AuthorsFathonah K Daud (Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung), Nina Nurmila (0000-0001-6564-1456, Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung), Nina Nurmila Nina Nurmila
Year2022
Volume21
Issue1
Pages25-40
Publication date2022-07-08
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueMusãwa Jurnal Studi Gender dan Islam (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1412-3460 • E-ISSN: 2503-4596
PublisherAl-Jamiah Research Centre (PUBLISHER)
DOI10.14421/musawa.2022.211.25-40
OpenAlexW4296083349
LanguageEN
References cited3

Artikel ini menelaah asal penciptaan perempuan dan mitos menstrual taboo, di mana merupakan akar historis pemahaman misoginis dalam Islam. Metode penelitian ini menggunakan kajian pustaka dengan pendekatan kajian tematik tafsif bi ar-ra’yi dalam perspektif gender dan analisis deskriptif-eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman tentang mitos-mitos di luar Islam pada era Jahiliyyah yang berpengaruh pada penafsiran ulama klasik yang terkesan misoginis terhadap perempuan. Kajian teks suci ini menunjukkan perempuan tidak diciptakan dari tulang rusuk bengkok. Hal ini melihat makna نفس (nafs) dalam berbagai konjugasi kata yang terulang 295 kali dalam al-Qur’an. Kata tersebut tidak hanya memiliki makna Adam secara spesifik, tetapi punya arti luas sebagai bangsa (ras). Sementara, mitos menstrual taboo memunculkan pemahaman menstrual creations. Hal ini dulu nampak tabu dan mendiskriditkan perempuan, berbeda dengan masa kini yang menjadikan bagian dari mode dan gaya hidup sehingga living ibadah sebagai bagian dari menstrual taboo. [The article talks the creation of women and the menstrual taboo myth that is the misogynistic understanding in al-Qur’an and Hadis interpretation. The method uses a library document with a gender issue and descriptive-exploratory analysis on tafsir bi al-ra’yi. The paper finds the history of pre-Islamic myths era in taking effect for classical scholars on exegeses of Misogynist perspective. The study of exegeses for al-Qur’an and hadis is not talking about the creation women from a crooked rib. It puts the meaning of the word ‘نفس’ (nafs) in 295 various conjugations. The word is not in meaning man “Adam” on specifically but has a big meaning in people generally sex. Meanwhile, the menstrual taboo myth sees for living menstrual creation. The era took the menstrual taboo for discrimination issue. Today the menstrual taboo changes for living religion practices with live style mode.]

Epistemology · Humanities · Mythology · Sociology · Taboo · Theology · Anthropology · Education and Character Development · Gender and Women's Rights · Philosophy · Qur’anic Interpretation Studies

  • Qur'an and Woman

    Amina Wadud•Qur'an and Woman•1993

  • Relasi Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Al-Qur’an Menurut Amina Wadud

    Open Access•M Rusydi, Muhammad Aminuddin Rusydi•MIQOT Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman•2014

  • Metode Penelitian Kepustakaan

    James Danandjaja•Antropologi Indonesia•2014

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae