Krisis Industri Pertunjukan Musik Indonesia Pada Masa Pandemi
Analisis Kasus Synchronize Festival 2020
Bibliographic Data
| ID | 21987507 |
|---|---|
| Authors | Aphrodita Julia Saraswati (University of Indonesia, corresponding author) |
| Year | 2021 |
| Volume | 13 |
| Issue | 1 |
| Pages | 41-64 |
| Publication date | 2021-06-30 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Ultimacomm (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2085-4609 • E-ISSN: 2656-0208 |
| Publisher | Universitas Multimedia Nusantara (PUBLISHER) |
| DOI | 10.31937/ultimacomm.v13i1.1913 |
| OpenAlex | W3186222246 |
| Language | EN |
| References cited | 2 |
Di seluruh dunia dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh berbagai sektor industri, tidak terkecuali industri pertunjukan musik. Di Indonesia khususnya, sektor ini merupakan salah satu yang menjadi pemasukan bagi industri ekonomi kreatif dan pariwisata. Industri pertunjukan musik harus tetap bertahan dengan kehilangan separuh dari sumber pendapatan utamanya. Studi ini berupaya mengkaji implementasi strategi respon krisis dan adaptasi inovasi yang dilakukan oleh salah satu promotor musik acara festival tahunan di Indonesia, Synchronize Festival, berdasarkan kerangka teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Diffusion of Innovations. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak penyelenggara acara berhasil menerapkan strategi respon rebuilding posture dan rebolstering posture, serta menjalankan lima tahapan proses difusi inovasi, namun kurang tanggap dalam proses crisis recognition. Kata Kunci: SCCT, diffusion of innovations, krisis, industri pertunjukan musik, pandemi
Art · Humanities · Political science · Indonesian Election Politics and Participation
| Highly cited | No |
|---|