Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Kampung Angklung Di Ciamis

Penjaga Ekosistem Budaya Angklung

Bibliographic Data

ID21987689
AuthorsRisa Nopianti, Hary Ganjar Budiman (0000-0002-3101-2018)
Year2021
Volume13
Issue1
Pages17
Publication date2021-04-30
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePatanjala Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2085-9937 • E-ISSN: 2598-1242
PublisherBalai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat (PUBLISHER)
DOI10.30959/patanjala.v13i1.731
OpenAlexW3162300366
LanguageEN
References cited7

Kampung Angklung merupakan perkampungan penghasil angklung yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sejak tahun 2010 angklung telah menjadi warisan budaya yang diakui dunia melalui konvensi yang digelar UNESCO di Nairobi, Kenya. Oleh Karena itulah diperlukan upaya-upaya untuk terus memajukannya melalui kegiatan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan sumberdaya kebudayaan yang berkelanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Pemajuan Kebudayaan No.5 Tahun 2017. Artikel ini melihat masyarakat di Kampung Angklung dalam upaya menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan angklung yang berkelanjutan. Penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam terhadap para pengrajin angklung di Kampung angklung serta stakeholder pemerintah yang mendukungnya. Ekosistem kebudayaan angklung di Kampung Angklung yang di dalamnya terdapat berbagai subsistem seperti ekosistem tanaman bambu, pengrajin angklung, seniman angklung, sistem produksi dan distribusi, serta kelembagaan masyarakat, telah berkontribusi terhadap upaya menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. Ekosistem kebudayaan angklung mampu menjaga kelestarian ekosistem lingkungan, pada saat yang sama mereka juga dapat mengambil manfaat ekonomis daripadanya sekaligus melestarikan kebudayaan angklung. Kampung Angklung in Ciamis Regency, West Java is a well-known producer of angklung. Since 2010, angklung has officially become a world-recognized cultural heritage as a result of the UNESCO convention held in Nairobi, Kenya. As a consequence, further steps are needed to continue to advance angklung by providing the activities of protecting, developing, utilizing, and fostering the sustainable resource culture referring to the Law of the Republic of Indonesia Number 5 of 2017 concerning Cultural Advancement. This article describes how the efforts of the people of Kampung Angklung to preserve and conserve the sustainable ecosystem of angklung culture. This research used the qualitative research methods, such as conducting the in-depth interviews with angklung craftsmen in Kampung Angklung, and the government stakeholders who supported the craftsmen. The ecosystem of angklung culture in Kampung Angklung, in which there are various subsystems such as bamboo plant ecosystem, angklung craftsmen, angklung artists, production and distribution systems, and community institutions, has contributed to preserve and conserve the sustainable ecosystem of angklung culture. The ecosystem of angklung culture assured to preserve the environmental ecosystem and, at the same time, to provide the economic benefits while preserving the angklung culture

Art · Humanities · Political science · Cultural and Artistic Studies

  • Challenges in integrating the concept of ecosystem services and values in landscape planning, management and decision making

    Open Access•R S De Groot, Rob Alkemade et al.•Ecological Complexity•2010

  • Angklung Tradisional Sunda

    Asep Nugraha•2019

  • Cultural Ecosystem Services

    Open Access•Andra-Ioana Horcea-Milcu, Andra Ioana Milcu et al.•Conservation Ecology•2013

  • Kearifan Lokal Adat Masyarakat Sunda Dalam Hubungan Dengan Lingkungan Alam

    Open Access•Ira Indrawardana•KOMUNITAS INTERNATIONAL JOURNAL…•2012

  • Angklung Sunda Sebagai Wahana Industri Kreatif dan Pembentukan Karakter Bangsa

    Open Access•Deni Hermawan•Panggung•2013

  • Angklung

    Open Access•Rosyadi, Rosyadi Rosyadi•Patanjala Jurnal Penelitian…•2012

  • Environmental tastes, opinions and behaviors

    Open Access•T Katz-Gerro, Daniel E Orenstein•Conservation Ecology•2015

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae