Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Partisipatif Dalam Manajemen Risiko Bencana

Bibliographic Data

ID22058220
AuthorsSriyono Sriyono (0000-0003-0526-2387, State University of Semarang), Andi Irwan Benardi (0000-0001-8818-4104, State University of Semarang), Ananto Aji (0000-0002-7191-1042, State University of Semarang), Muhammad Dwi Utomo Aji, Yassirli Amri (State University of Semarang), Novia Maghfiroh (State University of Semarang)
Year2026
Volume15
Issue01
Pages9-16
Publication date2026-06-25
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueIndonesian Journal of Conservation (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2252-9195 • E-ISSN: 2714-6189
PublisherUniversitas Negeri Semarang (PUBLISHER • ID)
DOI10.15294/ijc.v15i01.32907
OpenAlexW7166063411
LanguageEN

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi akibat letaknya di zona konvergensi tiga lempeng tektonik dunia. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah longsor, yang berdampak besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dalam menghadapi bencana longsor yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Merapi Merbabu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh kepala keluarga (KK) yang pernah mengalami bencana longsor sebanyak 2.806 KK. Sampel ditentukan sebesar 10% dari setiap RW. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap masyarakat, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, serta mobilisasi sumber daya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala Likert dan klasifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori “Kurang Siap” dengan nilai indeks 78. Per parameter, pengetahuan dan sikap masyarakat (85) masuk kategori “Siap”, kebijakan dan panduan (73) “Siap”, rencana tanggap darurat (73) “Kurang Siap”, sistem peringatan bencana (70) “Kurang Siap”, dan mobilisasi sumber daya (77) “Siap”. Kesimpulannya, masih diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin, pemasangan rambu evakuasi yang merata, dan penyebaran panduan sederhana kepada seluruh lapisan masyarakat

Water chiller · Disaster Management and Resilience · Q Methodology Applications · Wetland Management and Conservation

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae