Optimalisasi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dalam Meningkatkan Keberlanjutan Lingkungan Di Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Bibliographic Data
| ID | 22058250 |
|---|---|
| Authors | Andi Irwan Benardi (0000-0001-8818-4104), Hafiz Rafi Uddin (State University of Semarang), Muhammad Dwi Utomo Aji (Instituto Geográfico Nacional), Muhammad Yusuf Anugrah (Instituto Geográfico Nacional), Yassirli Amri (Instituto Geográfico Nacional) |
| Year | 2026 |
| Volume | 14 |
| Issue | 02 |
| Pages | 45-58 |
| Publication date | 2026-02-27 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Indonesian Journal of Conservation (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2252-9195 • E-ISSN: 2714-6189 |
| Publisher | Universitas Negeri Semarang (PUBLISHER • ID) |
| DOI | 10.15294/ijc.v14i02.32906 |
| OpenAlex | W7125789955 |
| Language | EN |
Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam konteks pendidikan tinggi. Artikel ini membahas optimalisasi pengelolaan RTH di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan fokus pada manfaat ekologis, sosial, dan akademik, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam pemanfaatannya. Metode penelitian yang digunakan mencakup tinjauan pustaka dan analisis data lapangan melalui survei dan wawancara dengan mahasiswa serta staf kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH di UNNES terdiri dari berbagai area hijau, seperti taman, pelataran gedung, dan lapangan, yang berfungsi tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran, penelitian, serta interaksi sosial. RTH memberikan manfaat ekologis berupa pengurangan polusi udara, perbaikan kualitas tanah dan air, serta penurunan suhu mikro lingkungan. Dari sisi sosial, RTH mendukung kesehatan mental, meningkatkan interaksi sosial, dan memperkuat solidaritas antar mahasiswa. Selain itu, RTH juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam yang mendukung kegiatan akademik. Namun, pengelolaan RTH menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran mahasiswa, dan masalah pemeliharaan. Beberapa strategi yang direkomendasikan antara lain peningkatan anggaran, pengembangan program edukasi lingkungan, pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan, serta keterlibatan partisipatif mahasiswa dan staf dalam pemeliharaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengelolaan RTH yang terintegrasi dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung visi UNNES sebagai kampus konservasi. Temuan ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain dalam upaya meningkatkan kualitas RTH sebagai bagian dari pengembangan kampus berkelanjutan
Architectural and Urban Studies · Food Security and Socioeconomic Dynamics · Waste Management and Recycling
| Highly cited | No |
|---|