Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Dinamika Relasi Negara dan Civil Society dalam Pembangunan Perdamaian di Ambon 2002-2022

Bibliographic Data

ID22113308
AuthorsFadly Fahry S Wally (University of Indonesia), Meidi Kosandi (0000-0001-5543-6213, University of Indonesia)
Year2025
Volume13
Issue1
Pages93-113
Publication date2025-06-30
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJurnal Politik Profetik (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2337-4756 • E-ISSN: 2549-1784
PublisherUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar (PUBLISHER)
DOI10.24252/profetik.v13i1a5
OpenAlexW4411922681
LanguageEN

Artikel ini mengkaji dinamika kontestasi kekuasaan dalam proses rekonsiliasi pasca konflik di Kota Ambon periode 2002-2022. Penelitian berfokus pada hubungan dialektis antara negara dan civil society dalam membangun perdamaian berkelanjutan setelah konflik komunal yang terjadi pada tahun 1999-2002. Dengan menerapkan teori pembangunan perdamaian John Paul Lederach yang menekankan pentingnya transformasi hubungan dan struktur sosial pada berbagai tingkatan masyarakat, serta konsep kontestasi kekuasaan Pierre Bourdieu yang memandang arena sosial sebagai ruang perjuangan simbolik, penelitian ini menganalisis bagaimana kekuasaan dinegosiasikan, diperebutkan, dan didistribusikan dalam proses rekonsiliasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap bahwa rekonsiliasi di Ambon tidak berjalan linier, melainkan merupakan proses kompleks yang terbagi dalam tiga fase: fase inisiasi (2002-2007) yang didominasi pendekatan keamanan negara, fase konsolidasi (2008-2015) yang ditandai kolaborasi strategis, dan fase institusionalisasi (2016-2022) yang memperlihatkan penguatan peran civil society. Dinamika kekuasaan tercermin dalam kontestasi berkelanjutan antara pendekatan top-down negara dan inisiatif bottom-up oleh civil society, di mana kedua aktor saling menegosiasikan ruang dan legitimasi dalam mendefinisikan dan mengimplementasikan agenda perdamaian. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman teoretis tentang politik rekonsiliasi dengan mendemonstrasikan bahwa keberhasilan pembangunan perdamaian bergantung pada transformasi relasi kekuasaan dan keseimbangan peran antara negara dan civil society

Civil society · Political science · Politics · Sociology · Economic Growth and Fiscal Policies · Indonesian Election Politics and Participation · Law · Public Administration in Developing Nations

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae