Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Retorika Persuasif Dalam Debat Calon Presiden Indonesia 2019

Sebuah Analisis Komunikasi Performatif

Bibliographic Data

ID22117277
AuthorsMeganusa Ludvianto, Wenny Arifani
Year2020
Volume7
Issue1
Pages41-50
Publication date2020-07-12
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJ-IKA (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2355-0287 • E-ISSN: 2549-3299
PublisherUniversitas Bina Sarana Informatika (PUBLISHER)
DOI10.31294/kom.v7i1.8408
OpenAlexW3099379614
LanguageEN
Citations received1
References cited1

Debat antar calon presiden merupakan rangkaian penting dari upaya menjalankan pemerintahan yang demokratis di Indonesia. Sebagai bagian dari rutinitas demokrasi yang berlangsung setiap lima tahun sekali, kegiatan ini bertujuan agar para pemilih dapat menilai berbagai aspek kualitas calon presiden (capres) sebelum menentukan pilihan politis mereka nantinya. Dalam perdebatan yang disiarkan secara langsung ini, para capres berpeluang untuk menunjukkan kualitas gagasan yang dimiliki, pemahaman atas isu kontemporer, kapasitas berdialog, serta kemampuan mempertahankan argumen.Mempertimbangkan bahwa strategi berbicara di depan umum (public speaking) yang dipilih oleh masing-masing kandidat bisa berpengaruh dalam proses persuasi publik, peneliti tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut bagaimana strategi ini diterapkan. Secara khusus, studi ini bertujuan untuk membandingkan strategi public speaking para calon presiden dalam rangkaian Pemilihan Umum 2019 di Republik Indonesia. Dengan menggunakan perspektif retorika persuasif dalam komunikasi performatif yang dicetuskan oleh Aristoteles, penelitian ini membandingkan aspek ethos, logos dan pathos pada pidato masing-masing calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, dalam Debat Capres Kedua Pemilu 2019, yang berlangsung pada tanggal 18 Februari 2019.Studi ini menemukan bahwa kedua calon presiden menggunakan strategi komunikasi performatif yang berbeda meskipun berada di ruang debat yang sama. Joko Widodo, secara ethos memilih untuk mencitrakan dirinya sebagai orang yang tidak terlalu formal, meskipun ia berkompetisi sebagai petahana. Sementara Prabowo Subianto lebih mengunggulkan logos, dengan memanfaatkan pengetahuannya mengenai isu terkini yang didukung dengan intonasi suara yang cenderung agresif. Kedua calon presiden ini menunjukkan pemanfaatan aspek komunikasi performatif secara strategis

Humanities · Linguistics · Pathos · Political science · English Language Learning and Teaching · Indonesian Election Politics and Participation · Linguistics and Language Analysis · Philosophy

  • Visualising communication ethics in the 2024 fourth vice-presidential debate

    Open Access•Ririt Yuniar, Ririt Yuniar Ririt Yuniar et al.•Jurnal Studi Komunikasi…•2024

  • Persuasion, Rhetoric and Authority

    Open Access•Luca Maria Scarantino•Diogenes•2008

Citations per year0.5
Citation span2024 - 2024 (1)
Highly citedNo
Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae