Objektivikasi perempuan oleh masyarakat Rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka
Bibliographic Data
| ID | 22140439 |
|---|---|
| Authors | Marta Widyawati (Diponegoro University), Rouli Esther (University of Indonesia) |
| Year | 2023 |
| Volume | 9 |
| Issue | 1 |
| Pages | 300-318 |
| Publication date | 2023-04-23 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2442-9287 • E-ISSN: 2442-9287 |
| Publisher | Universitas Muhammadiyah Malang (PUBLISHER) |
| DOI | 10.22219/kembara.v9i1.22569 |
| OpenAlex | W4401010288 |
| Language | EN |
| Citations received | 1 |
| References cited | 8 |
Globalisasi tidak serta-merta diikuti dengan terwujudnya kesetaraan gender di Bali. Hal tersebut terbukti salah satunya melalui banyaknya karya sastra dari Bali yang secara tematik masih mengkritik tentang ketimpangan gender. Di satu sisi, tempat dan ruang mempengaruhi bagaimana gender beroperasi. Masyarakat urban dan rural berpotensi mengalami konflik gender yang berbeda. Penelitian ini membahas objektivikasi perempuan oleh masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) karya Putu Juli Sastrawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teks dianalisis dengan menggunakan teori naratif (Bal), konsep peran dan relasi gender (Lindsey,Castle), dan konsep objektivikasi (Nussbaum). Penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana konstruksi sosial-budaya masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) mengukuhkan objektivikasi perempuan. Hal tersebut ditujukan untuk memperlihatkan faktor yang menyebabkan perempuan rural di Bali kurang memiliki agensi untuk mendapatkan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial-budaya masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) secara kuat menghambat kebebasan perempuan. Meskipun secara formal perempuan rural tampak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, akan tetapi norma budaya yang mengakar dalam masyarakat rural telah membatasi kapabilitas perempuan. Masyarakat rural masih terikat dengan norma-norma budaya, namun pada satu sisi juga rela melakukan modifikasi dan komodifikasi budaya demi keuntungan ekonomi. Dalam dua kondisi tersebut, perempuan ditempatkan sebagai pihak yang diobjektivikasi. Berkaitan dengan hal tersebut, novel ini menekankan bahwa konformitas perempuan rural terhadap budaya yang hanya berpihak kepada visi maskulin semestinya menjadi hal yang perlu dihindari agar tercipta konstruksi sosial-budaya yang menjunjung kesetaraan gender
Dimensi gender dalam novel-novel Indonesia Periode 1920-2000-an berdasarkan kajian kritik sastra feminis
To be Mother or not? Cultural Models of Motherhood and Their Meaning Effects on Gendered Representations
Labour in Paradise
Tourism, Development and Terrorism in Bali
A literary mirror; Balinese reflections on modernity and identity in the twentieth century
Subordinasi dan objek seksual
Inter-caste marriage in Bali
Motif “Jaka Tarub” dan objektivitas perempuan dalam cerita rakyat nusantara
| Unique citing works | 1 |
|---|---|
| Citations per year | 0.33 |
| Citation span | 2023 - 2023 (1) |
| Citation velocity | historical |
| Highly cited | No |