Leksikon kegulmaan pada masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai
Kajian ekolinguistik
Bibliographic Data
| ID | 22140455 |
|---|---|
| Authors | Wiradi Putra (Universitas Sumatera Utara), Dwi Widayati (0000-0002-6098-4983, Universitas Sumatera Utara), Dardanila Dardanila (0000-0002-8606-1669, Universitas Sumatera Utara), Sharina Amanda (State University of Medan) |
| Year | 2021 |
| Volume | 7 |
| Issue | 1 |
| Pages | 198-215 |
| Publication date | 2021-07-05 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2442-9287 • E-ISSN: 2442-9287 |
| Publisher | Universitas Muhammadiyah Malang (PUBLISHER) |
| DOI | 10.22219/kembara.v7i1.15432 |
| OpenAlex | W3195143249 |
| Language | EN |
| Citations received | 3 |
| References cited | 10 |
Masyarakat Jawa Fajar Agung merupakan pekerja perkebunan yang sangat akrab dengan leksikon-leksikon kegulmaan. Keakraban ini dapat terlihat dari penggunaan leksikon yang masih bertahan sampai saat ini. Hal ini merupakan salah satu cara dalam pencegahan punahnya istilah Jawa dalam bentuk leksikon kegulmaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman masyarakat Jawa terhadap leksikon kegulmaan di Perkebunan Fajar Agung, serta menjelaskan faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman masyarakat Jawa terhadap leksikon kegulmaan di Perkebunan Fajar Agung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung berupa perhitungan hasil respondensi secara kuantitatif. Data leksikon kegulmaan diperoleh melalui angket. Angket berisi data daftar leksikon kegulmaan yang sebelumnya diperoleh melalui wawancara kepada informan kunci. Adapun hasil penelitian ini, yaitu Leksikon kegulmaan pada masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung berjumlah 75 buah. Berdasarkan pada pembahasan pertama tingkat pemahaman T (tahu) kelompok usia I (25-45 Tahun) yaitu 83,53% dan kelompok usia II (46-60 Tahun) yaitu 83,15% sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung masih mengenal dan menggunakan leksikon-leksikon kegulmaan dalam bahasa Jawa. Berdasarkan pembahasan kedua, terdapat dua faktor kebertahanan yang memengaruhi tingkat pemahaman leksikon kegulmaan pada MJFA, yaitu yaitu faktor yang berkaitan dengan linguistik dan non-linguistik. Faktor linguistik yang memengaruhi kebertahanan leksikon kegulmaan pada MJFA, yaitu berhubungan dengan tendensi MJFA terhadap bahasa Jawa. Kemudian faktor non-linguistik, yaitu perilaku konservatif MJFA terhadap gulma, adaptasi fisiologi gulma terhadap herbisida, konsistensi penggunaan peralatan tradisional pengendalian dan pemberantasan gulma, kesejahteraan MJFA, pendidikan MJFA
Art · Humanities · Physics · Local Governance and Development
Pemertahanan bahasa tetun dalam guyub tutur masyarakat bekas pengungsi Timor-Timur
Peralihan Bahasa Cham dalam Masyarakat Cham di Malaysia
Pemilihan Bahasa Komuniti Penan Muslim di Sarawak (The Language Choices of the Muslim Penan Community in Sarawak)
Beblabadan Bahasa Bali Dalam Perspektif Ekolinguistik
Dimensi Praksis Dan Model Dialog Leksikon Fauna Masyarakat Sunda
Matriks Fungsi Morfem Sesenggakan Bahasa Bali
Beblabadan Bahasa Bali Dalam Perspektif Ekolinguistik
Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit Dan Perubahan Sosial Ekologi Pedesaan
Colonization, globalization and the plight of ‘weak’ languages
Pemertahanan Bahasa Jawa Dalam Pertunjukan Kesenian Tradisonal Di Jawa Tengah
| Unique citing works | 3 |
|---|---|
| Citations per year | 0.75 |
| Citation span | 2022 - 2023 (2) |
| Citation velocity | historical |
| Highly cited | No |
| Citation types | Neutral: 1 |