Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Pemarkahan Diatesis Bahasa Indonesia

Bibliographic Data

ID22140474
AuthorsKetut Artawa (0000-0003-3759-1783, Udayana University, corresponding author)
Year2020
Volume20
Issue1
Pages26
Publication date2020-08-31
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueMOZAIK HUMANIORA (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2442-935X • E-ISSN: 2442-935X
PublisherUniversitas Airlangga (PUBLISHER)
DOI10.20473/mozaik.v20i1.15128
OpenAlexW3081866086
LanguageEN
Citations received4
References cited4

Sistem diatesis suatu bahasa terkait erat dengan sistem pemarkahannya, baik pemarkahan secara morfologis maupun secara sintaktis. Secara linguistik tipologi, bahasa akusatif memiliki diatesis aktif dan pasif, sedangkan bahasa ergatif memiliki diatesis ergatif dan antipasif. Bahasa Indonesia digolongkan sebagai bahasa yang memiliki diatesis aktif dan pasif, sehingga bahasa Indonesia dapat dimasukkan ke dalam kelompok bahasa akusatif. Berdasarkan kajian diatesis yang dilihat dari perspektif linguistik tipologi, diatesis aktif dan pasif bahasa Indonesia menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan diatesis aktif pasif dalam bahasa yg bertipe akusatif. Bahasa Indonesia memiliki dua tipe pasif: ‘pasif di-’ dan ‘pasif pronomina’. Berdasarkan sistem kebermarkahan, konstruksi pasif di- yang dimarkahi secara morfologis memiliki bentuk aktif yang juga dimarkahi secara morfologis. Dengan kata lain, konstruksi pasif di- memiliki diatesis aktif dan pasif yang sama-sama memiliki pemarkahan secara morfologis. Dalam konstruksi pasif di-, verba yang menunjukkan diatesis pasif dimarkahi oleh prefiks di-, sedangkan verba yang menunjukkan diatesis aktif dimarkahi oleh prefiks meng-. Secara sintaktis, subjek kalimat pasif berfungsi sebagai ajung (adjunct) dalam bentuk frasa preposisional dan bisa dilesapkan. Pada konstruksi pasif pronomina, verba yang menunjukkan diatesis pasif muncul dalam bentuk verba dasar, sedangkan verba yang menunjukkan diatesis aktif dimarkahi oleh prefix meng-. Agen dalam kalimat pasif pronomina tidak dapat dilesapkan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pasif pronomina, diatesis aktif lebih bermarkah daripada diatesis pasifnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pendekatan tipologi linguistik, diatesis aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia tidak memenuhi persyaratan diatesis secara tipologi.Kata Kunci: diatesis, aktif, pasif, akusatif, ergatif

Chemistry · English Language Learning and Teaching · Linguistics and Language Analysis · Multimedia Learning Systems

  • Kategori, fungsi, dan peran sintaksis bahasa Indonesia dengan PoS Tagging berbasis rule dan probability

    Open Access•Herpindo Herpindo, Asri Wijayanti et al.•KEMBARA Journal of Scientific…•2022

  • Konstruksi Verba Serial Direksional pada Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah

    Open Access•Dina Lutfiana Putri, Agus Subiyanto•DIGLOSIA Jurnal Kajian Bahasa…•2023

  • Konstruksi Aplikatif Bahasa Indonesia

    Open Access•Nurhayati Sitorus, Mulyadi Mulyadi•DIGLOSIA Jurnal Kajian Bahasa…•2022

  • Groundings in French and Indonesian narrative discourses

    Open Access•Sajarwa Sajarwa, Sajarwa•Humanities and Social Sciences…•2024

  • Introduction to Theoretical Linguistics

    Open Access•John Lyons, John S Lyons•Introduction to Theoretical…•1968

  • The Cambridge Grammar of the English Language

    Open Access•Rodney Huddleston, Geoffrey K Pullum et al.•Cambridge Grammar of the English…•2002

  • Basic Linguistic Theory

    R M W Dixon•Basic linguistic theory•2009

  • Language Typology

    Bernard Comrie, Graham Mallinson et al.•Language•1983

Citations per year1
Citation span2022 - 2024 (3)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae