Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Fenomena Korean Wave dan Fanatisme Penggemar Dalam Bermedia Sosial Studi Kelompok Fandom di Kota Pontianak

Fenomena Korean Wave dan Fanatisme Penggemar Dalam Bermedia Sosial Studi Kelompok Fandom di Kota Pontianak

Bibliographic Data

ID22156444
AuthorsChyntia Maharani (Tanjungpura University), Viza Juliansyah (Tanjungpura University), Viza Juliansyah Viza Juliansyah, Desca Thea Purnama (Tanjungpura University), Desca Thea Purnama Desca Thea Purnama
Year2024
Volume10
Issue1
Pages18-42
Publication date2024-06-30
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJurnal Sosiologi Nusantara (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2460-9099 • E-ISSN: 2622-9617
PublisherUNIB Press (PUBLISHER)
DOI10.33369/jsn.10.1.18-42
OpenAlexW4400390940
LanguageEN
References cited7

Penulisan skripsi ini terkait fenomena Korean Wave dan fanatisme penggemar dalam bermedia sosial guna mendeskripsikan pengaruh dan dampak yang ditimbulkan dari fenomena Korean Wave di Indonesia. Penelitian ini bertujuan; (1) mendeskripsikan bagaimana fenomena Korean Wave dapat membentuk fanatisme penggemar dalam aksinya di media sosial; (2) menjabarkan bagaimana bentuk dan pola fanatisme penggemar terhadap K-Pop; (3) mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku fanatik. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penggemar K-Pop baik yang tergabung ke dalam komunitas penggemar (fandom) maupun yang tidak. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik snowball, sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Solidaritas Sosial oleh Emile Durkheim dan teori Identitas Sosial oleh Henri Tajfel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan masuknya budaya asing termasuk satu diantaranya adalah fenomena Korean Wave diketahui dapat membentuk perilaku fanatisme penggemar. Pembentukan perilaku ini dapat dilihat dari adanya ikatan emosional yang dengan sengaja dibangun guna memperkuat hubungan antara penggemar dan idola. Sementara itu, identitas diri sebagai sesama penggemar kemudian membentuk solidaritas yang kuat antara sesama mereka. Solidaritas yang berlebihan ini secara tidak langsung dapat berkembang menjadi energi negatif yang merugikan orang lain, bahkan hingga menimbulkan konflik. Kemudian, dengan difasilitasi oleh media sosial, strategi pemasaran serta daya tarik yang ditampilkan oleh idola-idola K-Pop, juga turut andil dalam pembentukan perilaku fanatisme tersebut

Humanities · Physics · Sociology · Asian Culture and Media Studies · Islamic Finance and Communication · Philosophy · Psychology

  • Konstruksi Penciptaan Fantasi dan Wacana pada K-Pop Black Pink

    Open Access•Nursalam Nursalam, Irvan Mustafa et al.•Aksara•2022

  • Corporate Diplomacy

    Open Access•Maharani Putri, Sofia Trisni•Padjadjaran Journal of…•2021

  • Escapism and motivation

    Nur Ayuni Mohd Jenol, Nur Hafeeza Ahmad Pazil•Malaysian Journal of Society and…•2020

  • Almost South–South solidarity

    Open Access•Suweon Kim•International Journal of Cultural…•2023

  • Too great to act in solidarity

    Open Access•Paulina Górska, Alexander Stefaniak et al.•European Journal of Social…•2020

  • Gelombang Globalisasi ala Korea Selatan

    Open Access•Annissa Valentina, Ratna Istriyani•Jurnal Pemikiran Sosiologi•2017

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae