Konstruksi Budaya Sebagai Daya Tarik Wisata
Antara Religi, Imajinasi, Dan Masyarakat Gunung Kawi
Bibliographic Data
| ID | 22178471 |
|---|---|
| Authors | Suryani Suryani (0000-0001-8857-5359, Diponegoro University), Annisa Diva Fitria (Diponegoro University) |
| Year | 2026 |
| Volume | 11 |
| Issue | 1 |
| Pages | 68-80 |
| Publication date | 2026-03-17 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | PARIWISATA BUDAYA JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2527-9734 • E-ISSN: 2614-5340 |
| Publisher | Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (PUBLISHER • ID) |
| DOI | 10.25078/pariwisata.v11i1.6101 |
| OpenAlex | W7162676490 |
| Language | EN |
Pesarean Gunung Kawi menawarkan wisata religi yang unik antara budaya masyarakat Jawa berpadu dengan budaya Tionghoa. Tempat ini dikenal sebagai tempat berziarah tidak hanya bagi umat Islam, namun juga bagi masyarakat Tionghoa. Sejarah panjang yang dilalui oleh Pesarean Gunung Kawi menjadikannya sebagai lokasi wisata yang memiliki toleransi beragama yang cukup tinggi. Konstruksi budaya dalam destinasi wisata ini tidak dapat dihindari mengingat adanya kebutuhan untuk menarik wisatawan, dialektika antara unsur religi, imajinasi, dan peran aktif masyarakat setempat menjadi bumbu lokasi wisata ini dapat bertahan hingga sekarang. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berangkat dengan melakukan observasi partisipan dalam beberapa kegiatan budaya di sana. Serta didukung dengan wawancara mendalam kepada tiga informan kunci untuk memperkuat data yang ingin digali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tradisi tidak hanya dipertahankan tetapi juga dapat dikonstruksi secara dinamis menjadi sebuah daya tarik wisata. Nilai religi yang dianut oleh masyarakat setempat dipadukan dengan narasi-narasi mistis yang membentuk imajinasi kolektif. Imajinasi ini terwujud dalam ritual seperti ngalap berkah. Ritual dan imajinasi kemudian menjadi komoditas wisata yang menarik para peziarah untuk datang. Masyarakat setempat juga berperan aktif dalam menciptakan ruang negosiasi di mana nilai spiritual berkaitan dengan logika pariwisata. Hal tersebut selain untuk memuaskan imajinasi wisatawan juga untuk mempertahankan ekonomi masyarakat lokal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dinamika baru bagaimana budaya bukanlah suatu peninggalan yang bersifat tetap, melainkan sebuah proses yang terus dinegosiasikan oleh masyarakat di dalamnya tanpa mengurangi makna ataupun nilai dari budaya itu sendiri
Loyalty · Tourism · Tourist destinations · Architectural and Urban Studies · Community-based Tourism Development and Sustainability · Cultural and Religious Practices in Indonesia
| Highly cited | No |
|---|