Makna Ritual Tolak Bala Di Air Terjun Sedudo Pada Masyarakat Desa Ngliman Nganjuk
Bibliographic Data
| ID | 22178553 |
|---|---|
| Authors | M Abu Dzar Al-Ghifari, Mahesa Alghifari (Universitas Negeri Surabaya), Pambudi Handoyo (0009-0006-0890-9595) |
| Year | 2024 |
| Volume | 9 |
| Issue | 2 |
| Pages | 187-194 |
| Publication date | 2024-09-12 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | PARIWISATA BUDAYA JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2527-9734 • E-ISSN: 2614-5340 |
| Publisher | Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (PUBLISHER • ID) |
| DOI | 10.25078/pariwisata.v9i2.3339 |
| OpenAlex | W4404192057 |
| Language | EN |
Artikel ini menyelidiki makna dan peran ritual tolak bala di Air Terjun Sedudo dalam kehidupan masyarakat Desa Ngliman, khususnya dalam konteks upaya mencegah dan menolak bala atau malapetaka yang dianggap dapat mengancam kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik kajian literatur untuk mendalamkan pemahaman tentang signifikansi ritual tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual tolak bala di Air Terjun Sedudo bukan hanya sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga mengandung makna spiritual, sosial, dan budaya yang mendalam. Masyarakat melibatkan diri dalam ritual ini sebagai bentuk ekspresi kepercayaan pada kekuatan gaib yang diyakini mampu menjaga kesejahteraan dan harmoni dalam kehidupan mereka. Selain itu, ritual ini juga menjadi momen penting untuk memperkokoh solidaritas sosial dan identitas budaya di antara warga Desa Ngliman. Artikel ini menyajikan gambaran yang holistik mengenai bagaimana ritual tolak bala di Air Terjun Sedudo bukan hanya memainkan peran sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai sarana membangun dan menjaga kebersamaan dalam masyarakat Desa Ngliman
Art · Humanities · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia
| Highly cited | No |
|---|