Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Eksistensi Adat, Tanah Ulayat Dan Pariwisata Di Kasepuhan Ciptagelar, Jawa Barat

Bibliographic Data

ID22178563
AuthorsTri Suyud Nusanto, Nur Widiyanto
Year2021
Volume6
Issue1
Pages37
Publication date2021-03-31
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePARIWISATA BUDAYA JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2527-9734 • E-ISSN: 2614-5340
PublisherInstitut Hindu Dharma Negeri Denpasar (PUBLISHER • ID)
DOI10.25078/pba.v6i1.2004
OpenAlexW3141950224
LanguageEN
Citations received3

Paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai dinamika dari pertemuan antara Islam dengan tatali paranti karuhun sebagai dasar spiritualitas dan praktek kehidupan masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar yang menempati kawasan Taman Nasional Halimun Salak, Jawa Barat. Fokus dari studi ini adalah terkait bagaimana aspek legal dari hak menjalankan kepercayaan adat dan akses atas tanah ulayat bisa secara bertahap didapatkan melalui keterlibatan dalam pengembangan pariwisata. Spiritualitas dan kehidupan sehari-hari warga kasepuhan bersumber dari kepercayaan Sunda Pra-Islam, dan dikenal sebagai bagian dari kepercayaan Sunda Wiwitan. Seperti halnya berbagai kepercayaan adat lain di Indonesia, Sunda Wiwitan tidak dikategorikan sebagai agama oleh negara. Pada sisi lain, meskipun telah menempati wilayah adat secara turun temurun, namun setelah ditetapkan sebagai bagian dari taman nasional, penduduk Ciptagelar sempat dianggap sebagai penghuni ilegal di kawasan hutan konservasi. Hal ini menjadikan adanya dua tekanan sekaligus bagi warga kasepuhan , yaitu keleluasan untuk menjalankan spiritualitas yang berakar dari ajaran nenek moyang dan terpinggirnya atas hak tanah adat dari sisi legal. Pada saat yang sama, Ciptagelar juga memiliki berbagai sumber daya wisata budaya yang bersumber dari keaslian tradisi Sunda, serta wisata alam di kawasan pegunungan. Untuk itu, studi ini memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana hadirnya pariwisata dapat menjadi jalan tengah bagi upaya memperkuat identitas budaya Kasepuhan Ciptagelar serta mendapatkan pengakuan bagi hak atas tanah ulayat. Riset etnografi dengan participant observation untuk pengumpulan data ini memperlihatkan bahwa pariwisata ternyata dapat memediasi berbagai kebuntuan dari dinamika antara Islam, adat dan upaya memperkuat akses untuk menempati tanah ulayat yang telah ditetapkan sebagai bagian dari hutan negara

Art · Humanities · Political science · Coastal Management and Development · Community-based Tourism Development and Sustainability · Legal Studies and Policies

  • Filsafah Kehidupan Tritangtu Sunda Dalam Film Eksperimental Adat “Game Over Drama”

    Open Access•Wiki Riandi, Erik Muhammad Pauhrizi Erik Muhammad Pauhrizi et al.•Jurnal Adat dan Budaya Indonesia•2023

  • Sunda Wiwitan Di Era Post-Truth

    Open Access•Hasse Jubba, Nispi Amalia Adila et al.•Jurnal Studi Agama dan Masyarakat•2021

  • Memaknai Pemikiran Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar Melalui Program Acara Ciga TV

    Open Access•Hery Supiarza, Harry Tjahjodiningrat•Jurnal Adat dan Budaya Indonesia•2024

Unique citing works3
Citations per year0,6
Citation span2021 - 2024 (4)
Citation velocityrecent
Highly citedNo
Citation typesNeutral: 1

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae