Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Penyimpangan Kepribadian Tokoh Matari Dalam Novel Misteri Patung Garam Karya Ruwi Meita

Kajian Psikoanalisis

Bibliographic Data

ID22184698
AuthorsAnnisa Annisa (0000-0001-6441-6070, Mulawarman University), Norma Atika Sari (Mulawarman University), Ahmad Mubarok (0000-0001-5811-3305, Mulawarman University)
Year2022
Volume6
Issue3
Pages1094
Publication date2022-07-01
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueIlmu Budaya Jurnal Bahasa Sastra Seni dan Budaya (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2549-7715 • E-ISSN: 2549-7715
PublisherUniversitas Mulawarman (PUBLISHER)
DOI10.30872/jbssb.v6i3.6252
OpenAlexW4417069488
LanguageEN

Fokus dalam penelitian ini adalah analisis terhadap struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita dengan menggunakan teori Sigmund Freud dan psikologi abnormal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur cerita, struktur kepribadian, dan faktor penyebab penyimpangan pada tokoh Matari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kata dan kutipan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita. Teknik pengumpulan data ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan membuat simpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, struktur cerita dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita terdiri atas alur, tokoh, dan latar. Alur dalam novel ini adalah maju. Tokoh utama dalam penelitian ini adalah Kiri Lamari dan tokoh mayor adalah Matari. Secara garis besar latar tempat dalam novel ini berada di kota Surabaya, Yogyakarta, dan Bojonegoro. Waktu penceritaan yang ada dalam novel ini terjadi pada kehidupan moderen masa kini. Latar sosial yang tergambar adalah lingkungan menengah ke atas. Kedua, struktur kepribadian tokoh Matari didominasi oleh struktur id daripada ego dan superego. Tidak adanya keseimbangan antara id, ego, dan superego pada tokoh Matari membuatnya memiliki perilaku menyimpang seperti melakukan pembunuhan berantai dengan cara yang sadis untuk memenuhi dorongan kepribadian id-nya. Perilaku menyimpang dan sadis ini terjadi karena faktor biologis, psikososial, dan sosiokutural.Kata Kunci: penyimpangan, psikoanalisis, struktur cerita, kepribadian, Sigmund Freud

Id, ego and super-ego · Child Development and Education · Gender and Women's Rights · Semiotics and Cultural Interpretation

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae