Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Komodifikasi Kesenian Tradisional Calengsai Dan Perkembangan Budaya Cina

Bibliographic Data

ID22192535
AuthorsDyah Tjaturrini (Jenderal Soedirman University, corresponding author), Nunung Supriadi (Jenderal Soedirman University, corresponding author)
Year2022
Volume5
Issue2
Pages170
Publication date2022-02-14
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJurnal Cakrawala Mandarin (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2579-4906 • E-ISSN: 2579-4906
PublisherAsosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (APSMI) (PUBLISHER)
DOI10.36279/apsmi.v5i2.139
OpenAlexW4213113548
LanguageEN
References cited5

Komodifikasi adalah proses terjadinya perubahan barang atau layanan yang sebelumnya mengikuti aturan sosial non-pasar menjadi suatu subjek yang mengikuti aturan pasar. Kesenian tradisional yang semula sebagai subjek pengetahuan, kebijakan, dan kearifan lokal masyarakat pendukungnya, kemudian berubah menjadi objek berupa benda yang harus diperjualbelikan melalui proses produksi budaya. Dari sinilah lahir komodifikasi budaya berupa transaksi jual beli benda budaya berupa kesenian tradisional. Perkembangan suatu budaya dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi serta keinginan dari masyarakat itu sendiri untuk berkembang. Budaya merupakan cerminan sebuah masyarakat, salah satunya adalah kesenian tradisional. Sebagai salah satu sarana merepresentasikan identitas masyarakat pendukungnya, harus dilakukan satu upaya agar kesenian tradisional tersebut dapat terus hidup di dalam situasi masyarakat yang sudah mengalami perubahan baik sosial maupun budaya. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat bukan hanya dipicu oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi juga keinginan dari masyarakat itu sendiri untuk menyesuaikan dengan kemajuan zaman yang terjadi. Salah satu kesenian tradisional yang harus dipertahankan adalah barongsai. Agar mampu bertahan dalam masyarakat yang telah mengalami perubahan, barongsai berkolaborasi dengan kesenian tradisional Banyumas yaitu calung dan lengger. Kolaborasi ini menghasilkan satu kesenian baru yaitu calengsai yang mengalami komodifikasi untuk menjadikan kesenian tradisional bernilai jual. Selain bernilai jual, komodifikasi dalam calengsai juga merupakan upaya mempertahankan kesenian tradisional. Metode yang diterapkan di dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori Komodifikasi dari Vincent Mosco.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipan dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah seberapa jauh komodifikasi yang terjadi dalam calengsai mempengaruhi perkembangan budaya Tionghoa yang akan ditulis dalam sebuah artikel jurnal. Kata kunci : komodifikasi, calengsai, kolaborasi, representasi, perubahan sosial budaya

Art · Humanities · Community-based Tourism Development and Sustainability · Cultural and Artistic Studies · SMEs Development and Digital Marketing

  • Critical discourse analysis

    Norman Fairclough•The Routledge handbook of…•2015

  • Komodifikasi Budaya Di Era Ekonomi Global Terhadap Kearifan Lokal

    Open Access•Agus Irianto, Agus Maladi Irianto•Jurnal THEOLOGIA•2016

  • Art in Indonesia

    William Watson, Claire Holt•Pacific Affairs•1968

  • The Culture Industry

    Bertell Ollman, Max Horkheimer et al.•Karl Marx•2017

  • Disjuncture and Difference in the Global Cultural Economy

    Open Access•A Appadurai•Theory Culture & Society•1990

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae