Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Akulturasi Budaya Islam dan Cina Pada Ornamen Kaligrafi yang Terdapat Di Dalam Bangunan Masjid Lautze Jakarta

Bibliographic Data

ID22192568
AuthorsDwi Nurul Zahra, Wandayani Goeyardi
Year2022
Volume6
Issue2
Pages530
Publication date2022-11-14
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJurnal Cakrawala Mandarin (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2579-4906 • E-ISSN: 2579-4906
PublisherAsosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (APSMI) (PUBLISHER)
DOI10.36279/apsmi.v6i2.227
OpenAlexW4309008594
LanguageEN

Akulturasi merupakan sebuah hasil dari kontak antara dua budaya atau lebih. Perpaduan kebudayaan inilah yang nantinya menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur asli dari masing-masing budaya. Akulturasi budaya pada umumnya terjadi antara penduduk asli suatu tempat dengan para pendatang. Seperti dengan bentuk perpaduan budaya lainnya, akulturasi juga tidak serta merta terjadi tanpa adanya penolakan dari salah satu pihak. Kedua belah pihak harus menerima perpaduan tersebut barulah nantinya menghasilkan sebuah akulturasi budaya. Secara khusus, penelitian ini memaparkan sebuah bentuk akulturasi budaya Islam dan Cina yang terdapat pada ornamen kaligrafi yang ada di dalam bangunan Masjid Lautze Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan dan menggambarkan kembali secara tertulis hasil survey lapangan mengenai akulturasi yang terdapat pada ornamen yang ada di dalam bangunan Masjid Lautze Jakarta. Penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan pemimpin Masjid Lautze dan diperkuat dengan studi pustaka, dengan menggunakan teori Akulturasi Budaya. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk akulturasi yang dapat ditemukan, yaitu: (1) Penyerapan kata bahasa Arab "Ar-Rahman" kedalam bahasa Mandarin menjadi "拉哈曼" lāhāmàn pada kaligrafi di dinding bagian Mihrab; (2) Adanya alih bahasa pada kaligrafi, yaitu penulisan arti dari bahasa Arab kedalam bahasa Mandarin; (3) Terdapat ornamen khas Tiongkok, seperti penggunaan seal / 印章 yìnzhāng yang mana tidak sering digunakan pada kaligrafi Arab, tata letak penulisan kaligrafi dan pemilihan warna khas Tiongkok yaitu Merah dan Hijau pada bingkai dan latar kaligrafi

Art · Humanities · Political science · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Islamic Finance and Communication · Islamic Studies and Radicalism

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae