Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Petik Laut dalam perspektif tokoh-tokoh lintas agama

Studi kasus ritual masyarakat Muncar Banyuwangi

Bibliographic Data

ID22192806
AuthorsRo'fat Hizmatul Himmah, Ro’fat Hizmatul Himmah (Institut Agama Islam Negeri Bengkulu), Sofkhatin Humaidah (Universitas Islam Jember), Nur Syam (0000-0003-0071-2297)
Year2023
Volume7
Issue1
Pages55-68
Publication date2023-04-13
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueSatwika Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2580-443X • E-ISSN: 2580-8567
PublisherUniversitas Muhammadiyah Malang (PUBLISHER)
DOI10.22219/satwika.v7i1.24628
OpenAlexW4365816214
LanguageEN
Citations received1
References cited5

Tradisi petik laut merupakan salah satu kebudayaan masyarakat Muncar. Tradisi ini sudah berlangsung sejak dahulu dan merupakan peninggalan nenek moyang. Tujuan dan makna dari petik laut adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pelaksanaannya, petik laut banyak menyerap beberapa kebudayaan, baik kebudayaan agama Islam, Hindu, Kristen, maupun Budha sehingga memungkinkan adanya pro dan kontra. Oleh karena itu, dalam penelitian ini masalah yang diteliti adalah bagaimana pelaksanaan petik laut yang dilakukan oleh masyarakat Muncar? dan bagaimanakah petik laut dalam perspektif tokoh-tokoh lintas agama? Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus di mana sumber datanya adalah orang-orang yang terlibat langsung dengan petik laut dan juga tokoh-tokoh lintas agama. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan petik laut dapat dilihat dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanan, dan tahap penutupan. Petik laut dalam perspektif tokoh-tokoh lintas agama baik dari agama Islam, Hindu, Kristen, dan Budha merupakan hasil kebudaya dari warisan nenek moyang yang dilakukan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah. Perbedaan pendapat mengenai petik laut dalam perspektif tokoh-tokoh lintas agama hanya terletak pada bagaimana cara merealisasikan ungkapan syukur tersebut. Ada yang dilakukan dengan istighosah, tahlilan, ada juga yang dilakukan dengan melarungkan sesaji untuk diberikan kepada Tuhan. The tradition of petik laut is one of the cultures of the Muncar people. This tradition has been going on for a long time and is the legacy of our ancestors. The purpose and meaning of ‘’petik laut’’ is an expression of gratitude to God Almighty. The implementation of petik laut absorbs many Islamic, Hindu, Christian and Buddhist religious cultures, allowing for pros and cons. Therefore, two research problems were formulated in this study. Those are: (1) how is the implementation of ‘’petik laut’’ carried out by the Muncar society? and (2) How is the ‘’petik laut’’ according to the interfaith figure’s perspective? The research used the case study method. The data was collected from people directly involved with petik laut and interfaith figures. Data were collected using three techniques, namely observation, interviews, and documentation. The researcher analyzed the data based on Miles and Huberman's analysis techniques. The results of this study show that the implementation of petik laut could be seen from three stages: the preparation stage, the implementation stage, and the closing stage. Petik laut, from the perspective of interfaith figures of Islam, Hinduism, Christianity and Buddhism, is a cultural product of ancestral heritage passed down from generation to generation as a form of gratitude to God for the abundant marine products. Differences in the opinion of ‘’petik laut’’ from the perspective of interfaith figures in how to realize this expression of gratitude. Some were done by istighosah, tahlilan, and some by throwing offerings to the sea to be given to God

Art · Humanities · Coastal Management and Development · Community-based Tourism Development and Sustainability

  • Preserving Religious Expressions of Coastal Community

    Open Access•Achmad Anwar Abidin, Sidik Puryanto et al.•JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM•2025

  • Eksistensi sedekah bumi di era modern

    Open Access•Nabila Masruroh, Abdul Rahman et al.•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2021

  • Kepercayaan dan Pamali Nelayan Pulau Kambuno di Sulawesi Selatan

    Open Access•Andi Adri Arief, Harnita Agusanty et al.•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2021

  • Optimalisasi Petik Laut Untuk Mengembangkan Potensi Budaya Lokal Desa Kaduara Timur Di Era Revolusi 4.0

    Open Access•Yunadi Ahmad Fahri•Jurnal Sosiologi Nusantara•2022

  • Akulturasi Islam pada budaya Ruwatan Rumah di Cikidi Hilir Banten

    Open Access•Bilal Hardiansyah, Deni Iriyadi et al.•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2022

  • Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Laut dalam Meningkatkan Semangat Gotong Royong Masyarakat Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu

    Open Access•Ardi Afriansyah, Trisna Sukmayadi•Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial•2022

Unique citing works1
Citations per year1
Citation span2025 - 2025 (1)
Citation velocityrecent
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae