Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Desain karakter film animasi Raya and The Last Dragon dalam membangun politik identitas Asia Tenggara

Bibliographic Data

ID22192811
AuthorsAgni Saraswati (Institut Seni Indonesia Yogyakarta), Kathryn Widhiyanti (0000-0003-4279-8981, Institut Seni Indonesia Yogyakarta), Nindya Galuh Fatmawati (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Year2021
Volume5
Issue2
Pages254-267
Publication date2021-10-31
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueSatwika Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2580-443X • E-ISSN: 2580-8567
PublisherUniversitas Muhammadiyah Malang (PUBLISHER)
DOI10.22219/satwika.v5i2.17587
OpenAlexW3210138266
LanguageEN
References cited12

Raya and the Last Dragon merupakan salah satu film animasi dari Walt Disney Studio yang dirilis pada awal 2021. Film tersebut menceritakan petualangan tokoh bernama Raya di negeri Kumandra yang mencari naga untuk membasmi musuh dan menyelamatkan dunia. Dalam film tersebut terlihat elemen kuat warna, aset, latar belakang, nilai-nilai kehidupan, kebiasaan, dan adat istiadat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara. Dilihat dari indikasi tersebut, maka terdapat politik identitas yang mencerminkan bangsa di wilayah Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan meneliti bagaimana politik identitas terbentuk dan mempengaruhi persepsi penonton dalam mengapresiasi kebudayaan Asia Tenggara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan dianalisis menggunakan teori politik identitas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa politik identitas yang dibangun melalui penceritaan nilai kehidupan, desain aset, dan desain karakter tokoh film Raya and the Last Dragon telah berhasil membangun persepsi tentang Asia Tenggara, sebagai bangsa yang berkebudayaan dan berkarakter dengan nilai-nilai spiritualitas untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain, makhluk hidup, dan alam semesta. Namun, ketiadaan pengisi suara yang berasal dari Asia Tenggara pada film yang pertama kali rilis menggunakan bahasa Inggris menyebabkan hilangnya unsur “rasa memiliki” bagi penonton. Film ini menjadi penanda penting dalam politik dagang Amerika di wilayah Asia, di mana peluncuran film terjadi di saat bersamaan dengan banyaknya tragedi Asian Hate di wilayah Amerika dan Eropa. Raya and the Last Dragon is one of the Walt Disney Animation Studio films released in early 2021. The film tells the adventures of a character named Raya in the land of Kumandra who is looking for dragons to eradicate enemies and save the world. The film shows strong elements of color, background, assets, attributes, life values, habits, and customs which are very close to the daily lives of people in Southeast Asia. Based on these indications, there is an identity politics that reflects the nation in Southeast Asian region. This study aims to examine how identity politics is formed and influences the audience's perception of appreciating Southeast Asian culture. The research method uses a qualitative approach and analyzed using the theory of identity politics. Results of the study conclude that identity politics built through values of life, asset design, and character design for the film Raya and the Last Dragon has succeeded in building perceptions about Southeast Asia, as a cultured and characterized nation with spiritual values to coexist with other nations, living things, and the universe. However, the absence of an Asian voice actor in the film, which was first released in English, caused the audience to lose the element of a sense of belonging. This film became an important mark in American trade politics in the Southeast Asian region, where the film's release occurred at the same time as the many Asian Hate tragedies in American and Europe

Art · Humanities · Visual arts · Asian Studies and History · Gender and Women's Rights · Indonesian Election Politics and Participation

  • Pengembangan Seni-Budaya sebagai Penguatan Identitas Komunitas Kejawen dan Santri di Desa pada Era Reformasi

    Open Access•Bambang Hudayana•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2021

  • The Sage International Encyclopedia of Mass Media and Society

    Debra Merskin, Debra L Merskin•The Sage International…•2020

  • Makna Identitas Budaya Dan Konflik Antaretnis Dalam Film “Crazy Rich Asians”

    Open Access•Muhammad Abdurrahman Arsi, Alex Sobur•MediaTor (Jurnal Komunikasi)•2019

  • Filosofi Motif Batik Sebagai Identitas Bangsa Indonesia

    Open Access•Alicia Amaris Trixie•Fólio•2020

  • Handbook of Language and Ethnic Identity

    Ronald R Butters, Joshua A Fishman•Language•2000

  • Eksistensi Keris Jawa Dalam Kajian Budaya

    Open Access•Kuntadi, Kuntadi Kuntadi•TEXTURE Art and Culture Journal•2019

  • Kecantikan Wanita Korea Sebagai Konsep Kecantikan Ideal Dalam Iklan New Pond’s White Beauty

    Open Access•Winta Hari Arsitowati•HUMANIKA•2018

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae