Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Fungsi Mantra Kenduri dalam Upacara Adat Keduk Beji

Bibliographic Data

ID22192943
AuthorsKifan Wigrahanto (State University of Malang), Taufik Dermawan (State University of Malang), Dwi Sulistyorini (0009-0005-7267-1609, State University of Malang)
Year2023
Volume7
Issue2
Pages295-307
Publication date2023-10-31
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueSatwika Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2580-443X • E-ISSN: 2580-8567
PublisherUniversitas Muhammadiyah Malang (PUBLISHER)
DOI10.22219/satwika.v7i2.26383
OpenAlexW4388075988
LanguageEN
Citations received1
References cited10

Fungsi dalam mantra menjadi bagian penting dalam bertahannya mantra di masyarakat. Fungsi mantra dilihat dari kegunaan mantra tersebut dalam suatu upacara adat yang terdapat di masyarakat. Fungsi mantra perlu diperhatikan sehingga dapat diketahui mengapa mantra tersebut masih digunakan dalam upacara adat. Fungsi-fungsi mantra tersebut berkaitan dengan ideologi yang dianut oleh maysarakat setempat dimana mantra dan upacara adat tersebut beredar. Artikel ini membahas tentang fungsi mantra upacara adat Keduk Beji di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap masyarakat setempat yang pernah mengikuti upacara tersebut. Penelitian ini bertujuan menjelaskan fungsi mantra sebagai ideologi masyarakat dimana mantra tersebut beredar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara adat Keduk Beji memiliki fungsi penting dalam mempertahankan norma dan filosofis kebuadayaan berdasarkan agama, nilai-nilai budaya lokal dan mempererat hubungan sosial antar masyarakat. Upacara ini juga membantu memperkuat identitas budaya masyarakat dan memberikan peluang bagi para pemuda untuk belajar dan mempertahankan kebudayaan tradisional. Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran mantra kenduri dalam upacara adat Keduk Beji sebagai membangun kebersamaan dan kerjasama dalam masyarakat serta mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. The function in spells becomes an important part of the survival of spells in society. The function of the mantra is seen from the use of the mantra in a traditional ceremony found in the community. The function of the mantra needs to be considered so that it can be known why the mantra is still used in traditional ceremonies. The functions of these mantras are related to the ideology adopted by the local community where the traditional mantras and ceremonies circulate. This article discusses the function of the traditional ceremonial mantra of Keduk Beji in Tawun Village, Kasreman District, Ngawi Regency. This study used a type of qualitative research by conducting in-depth interviews and observations of local people who had attended the ceremony. This study aims to explain the function of mantras as the ideology of the society in which the mantra circulates. The results showed that the traditional Keduk Beji ceremony has an important function in maintaining cultural norms and philosophies based on religion, local cultural values and strengthening social relations between communities. The ceremony also helps strengthen the cultural identity of the community and provides opportunities for young people to learn and maintain traditional culture. This article provides a deeper understanding of the role of the kenduri mantra in the traditional ceremony of Keduk Beji as building togetherness and cooperation in the community and maintaining traditional cultural values in Tawun Village, Kasreman District, Ngawi Regency

Art · Mantra · Theology · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Education and Character Development · Philosophy

  • Preserving a transforming tradition

    Open Access•Inna Havidatus Saniyah, Dhoni Zustiyantoro•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2025

  • Social Research Methods

    W Lawrence Neuman•Social Research Methods•2002

  • Eksistensi sedekah bumi di era modern

    Open Access•Nabila Masruroh, Abdul Rahman et al.•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2021

  • Pandangan hidup Kejawen (Asta Brata) sebagai konsep kepemimpinan di era Vuca (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity)

    Open Access•Hari Fitria Utama•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2023

  • Mantra masyarakat Sasak

    Open Access•Agusman Agusman, Johan Mahyudi•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2021

  • Pergeseran prosesi dan makna dalam tradisi Merti Dusun di desa wisata budaya Dusun Kadilobo

    Open Access•Astin Eka Tumarjio, Muhammad Iqbal Birsyada•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2022

  • Akulturasi Islam pada budaya Ruwatan Rumah di Cikidi Hilir Banten

    Open Access•Bilal Hardiansyah, Deni Iriyadi et al.•Satwika Kajian Ilmu Budaya dan…•2022

  • Argonauts of the Western Pacific

    Bronislaw Malinowski•Argonauts of the Western Pacific•2014

  • Modern American Poetry and Modern British Poetry

    J Finch, Louis Untermeyer•The New England Quarterly•1937

  • Ragam dan Makna Bahasa dalam Lakon Kintir

    Open Access•nanang arisona•RESITAL JURNAL SENI PERTUNJUKAN•2013

  • Seren Taun” between hegemony and culture industry Reading a Sundanese Ritual of Harvest in Cigugur, West Java

    Open Access•Lilawati Kurnia•Wacana Journal of the Humanities…•2015

Unique citing works1
Citations per year1
Citation span2025 - 2025 (1)
Citation velocityrecent
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae