Analogi Politis Monolog Non Realis Di Jawa
Bibliographic Data
| ID | 22226503 |
|---|---|
| Authors | Welly Suryandoko (0000-0002-1353-9449, Universitas Negeri Surabaya, corresponding author) |
| Year | 2020 |
| Volume | 3 |
| Issue | 1 |
| Pages | 78-92 |
| Publication date | 2020-04-15 |
| Open Access | No |
| Type | ARTICLE |
| Venue | GETER Jurnal Seni Drama Tari dan Musik (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2655-2205 • E-ISSN: 2655-2205 |
| Publisher | Universitas Negeri Surabaya (PUBLISHER) |
| DOI | 10.26740/geter.v3n1.p78-92 |
| OpenAlex | W3016860859 |
| Language | EN |
Pertumbuhan Teater di Jawa mengikuti perjalanan genre teater barat yang dipolitisir, termasuk salah satunya yang mengisi ruang teater di Jawa adalah monolog, mengedepankan pada kekuatan aktor secara individu, dalam hal ini seorang aktor monolog bermain sendiri didukung dengan unsur-unsur pendukung yang menguatkan pertunjukan monolog, dalam monolog kemasan pertunjukan memiliki bentuk yang serupa dengan drama non realis dan realis juga terdapat dalam monolog, pada perkembangannya non realis atau bentuk yang ingin lepas dari nalar dan menolah konvensi-konvensi realis, kebebasan bentuk aktor monolog dapat terjadi pada bentuk monolog non realis ini. Perkembangan monolog non realis ini pun mengikuti perjalanan kesungguhan dalam berproses dan ketidak sungguh-sungguhan dalam berproses. Maka, pelaku akan memilih non realis sebagai teater kaya namun miskin, atau realis sebagi teater miskin namun kaya. Fenomena itu terjadi mulai saat ini hingga kesungguhan berteater aktor monolog muncul
Art · Humanities · Cultural and Artistic Studies · Diverse Cultural Media Analysis · SMEs Development and Digital Marketing
| Highly cited | No |
|---|