Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Drama Musikal

Peter and the Wol Karya Sergie prokofiev,op.67, Sebagai Bentuk Orchestrasi Dongeng

Bibliographic Data

ID22226522
AuthorsTatang Rusmana (0009-0001-1094-7500, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, corresponding author)
Year2022
Volume5
Issue2
Pages1-17
Publication date2022-10-31
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueGETER Jurnal Seni Drama Tari dan Musik (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2655-2205 • E-ISSN: 2655-2205
PublisherUniversitas Negeri Surabaya (PUBLISHER)
DOI10.26740/geter.v5n2.p1-17
OpenAlexW4393003098
LanguageEN

Peter And The Wolf (A Symphonic tale for Children) karya Sergei Prokofiev, Op. 67, ditulis Prokofiev tahun 1936. Pertunjukan dongeng ini mirip drama monolog. Jarang ditemukan pertunjukan dongeng atau drama monolog yang dikompos bersama musik secara ansamble. Narator bercerita kisah anak-anak, sedangkan orchestra mengilustrasikannya menggunakan instrumen berbeda untuk memainkan "tema" mewakili setiap karakter. Karya Prokofiev ini, salah satu karya yang sering ditampilkan di seluruh repertoar klasik. Alur cerita semacam biografi Prokofiev, gambaran orang Rusia yang tinggal di kawasan hutan. Dalam pandangan kosmik mereka, tema “Peter menangkap Srigala” memiliki makna “kemenangan manusia menjinakan Alam”. Selain pesan-pesan kebaikan tentang kewaspadaan, keberanian, akal, juga gambaran generasi tua Soviet yang keras kepala (kakek) dan pesan kemenangan Manusia (Peter) dalam menjinakkan Alam (Srigala). Peter and The Wolf ditulis dengan partitur yang bagus. Hal yang menarik, ditulis berbetuk symphoni orchestra disamping memiliki alur cerita efik dalam spektakle cerita kepahlawanan. Teori yang digunakan dari proses analisa hingga pertunjukan yakni (deep structures) Richard Schechner dalam tiga tahapan kerja, yaitu: 1). Preparation, 2). Performances, 3). Aftermath. Tujuan penelitian dan pertunjukan, guna menemukan kongkritisasi resepsi dan kongkritisasi dramaturgi. Ketika dilakukan transformasi pertunjukan pada presentasi berbahasa Indonesia, diharapkan mampu memberi kebaruan semiotik terhadap budaya target untuk ekplanasi perkembangan drama musikal Indonesia

Art · Drama · Humanities · Literature · Cultural and Artistic Studies

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae