Mengelola Kreativitas dan Kapabilitas
Kolaborasi dan Tata Kelola Ekosistem Ruang Pameran Rembang Ranjana
Bibliographic Data
| ID | 22226572 |
|---|---|
| Authors | Godham Saputro (State University of Semarang), Restu Lanjari (State University of Semarang), Rahina Nugrahani (0000-0002-4690-2320, State University of Semarang), Toto Haryadi (Universitas Dian Nuswantoro) |
| Year | 2026 |
| Volume | 9 |
| Issue | 1 |
| Pages | 39-53 |
| Publication date | 2026-04-27 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | GETER Jurnal Seni Drama Tari dan Musik (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2655-2205 • E-ISSN: 2655-2205 |
| Publisher | Universitas Negeri Surabaya (PUBLISHER) |
| DOI | 10.26740/geter.v9n1.p39-53 |
| OpenAlex | W7165586932 |
| Language | EN |
Studi-studi sebelumnya banyak menyoroti pameran budaya sebagai ajang pertunjukan seni atau kegiatan kuratorial, yang berfokus pada evaluasi pengalaman pengunjung dan penyelenggaraan acara. Meskipun demikian, kajian tersebut kurang menyoroti interaksi kompleks antar-pelaku, relasi modal sosial kreatif, dan peran pemerintah dalam membentuk ekosistem kreatif lokal. Studi ini bertujuan menganalisis Pameran Rembang Ranjana sebagai ekosistem kreatif yang mengintegrasikan praktik kuratorial, kolaborasi komunitas, kapasitas lintas-pelaku, dan dukungan struktural Pemerintah. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif, termasuk observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi, dengan dasar argumentatif teori modal sosial (Putnam, Bourdieu), ekosistem budaya, dan art worlds (Becker). Hasil studi menunjukkan bahwa keberhasilan pameran tergantung pada keseimbangan antara improvisasi, kolaborasi lintas-peran, dan modal sosial kreatif yang saling menopang, serta peran pemerintah sebagai fasilitator. Temuan ini menegaskan bahwa ekosistem kreatif dapat dipahami sebagai ruang interaktif di mana komunitas, institusi, dan kebijakan bersinergi, sehingga memungkinkan pengembangan kapasitas lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kajian baru ini memberikan pemahaman tentang bagaimana interaksi lintas-pelaku dan dukungan struktural membentuk dinamika ekosistem budaya lokal, sekaligus menawarkan pandangan baru untuk merancang strategi kebijakan budaya yang lebih adaptif
Modal · Social life · Architectural and Urban Studies · Community-based Tourism Development and Sustainability · Cultural and Artistic Studies
| Highly cited | No |
|---|